M7 World Championship 2026, Alter Ego dari Indonesia Tekuk Black Sentence Esports
Alter Ego berhasil tekuk BSE di M7 World Championship 2026. --MPL
HARIAN DISWAY - Alter Ego Esports tim esports Indonesia tampil impresif dalam laga lanjutan Swiss Stage M7 World Championship 2026. Mereka bahkan menang telak atas Black Sentence Esports (BSE) dari Amerika Latin, 11 Januari 2026.
Pertandingan yang digelar di XO Hall, MPL Arena, Jakarta Barat itu berlangsung dalam format best-of-one (Bo1). Alter Ego menunjukkan dominasi sejak fase early game hingga late game.
Dalam duel kedua tim, Alter Ego tidak memberikan peluang berarti kepada BSE untuk mengembangkan strategi. Menurut laporan pertandingan, tim Indonesia tersebut langsung menekan sejak early game.
Bahkan mereka membuka first blood dengan Fanny yang dimainkan oleh Yazukee. Keunggulan awal itu kemudian diperluas secara cepat oleh rekan-rekannya di berbagai lini permainan. Menghasilkan gold dan statistik kill yang lebih baik.
BACA JUGA:Mobile Legends M7 World Championship 2026: Tim EVIL Pilih Hero di Luar Meta, Tundukkan DYFG
Rekapan hasil M7 World Championship pada 11 Januari 2026. --MPL
Data statistik dari Swiss Stage mencatat bahwa Alter Ego unggul dalam objektif utama permainan. Termasuk turtle dan lord serta perolehan kill.
Selama menjalani pertandingan, AE mampu menutup game dengan skor kill yang signifikan dan tekanan peta yang konsisten. Itu membuat BSE berada di posisi defensif sepanjang pertarungan.
Laporan pertandingan menyebut bahwa AE mengendalikan tempo permainan hingga memenangkan laga tanpa balas.
Salah satu kunci kemenangan Alter Ego adalah koordinasi tim yang kuat serta agresivitas yang terukur. Arfy yang berperan di mid lane berkontribusi besar dalam menjaga dominasi lane dan teamfight. Sementara Hijumee di peran jungler memastikan pengamanan objektif penting.
BACA JUGA:Piala Dunia Mobile Legends M7: Tim Indonesia Ungguli Turki Dalam Swiss Stage 1
BACA JUGA:Mobile Legends Melaju sebagai Turnamen Besar di Ruang Publik, Masihkah Gim Aman bagi Anak?
Pemain seperti Nino dan Yazukee juga ikut menyumbang momentum penting sejak fase awal pertandingan. Mereka menjaga tekanan terus-menerus terhadap lini defensif BSE.
Sebaliknya, BSE yang berasal dari regional Latin America (LATAM) kesulitan menemukan ritme permainan. Meski tim itu memiliki potensi, pergantian objektif dan tekanan agresif dari Alter Ego membuat mereka terlihat berada di bawah tekanan sejak menit pertama.
Selama pertandingan berlangsung, percobaan kontestasi terhadap objektif seperti turtle dan lord sering kali gagal membuahkan hasil. Itu memberi keuntungan besar bagi tim Indonesia.
Kemenangan itu membawa Alter Ego ke posisi 2-0 di Swiss Stage, memperbesar peluang mereka untuk lolos ke fase knockout lebih cepat dibandingkan sejumlah tim lain.
BACA JUGA:Gibran Unjuk Gigi Main Mobile Legends Bareng Raffi Ahmad
BACA JUGA:Rahasia Kekuatan Zhuxin: Item, Skill, dan Taktik Mematikan dari Hero Baru Mobile Legends
Performa cepat dan disiplin AE juga memperlihatkan kedalaman strategi dan kesiapan mental tim saat bersaing di level dunia.
Dengan hasil positif itu, Alter Ego diterima sebagai salah satu kontestan kuat di M7 World Championship. Kompetisi itu menawarkan total hadiah sebesar lebih dari USD 1 juta dan mempertandingkan titel juara dunia Mobile Legends: Bang Bang. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: