Alter Ego Bungkam Onic 2–0 di Knockout M7 World Championship 2026 Berakhir dengan Kejutan
AE Esports berhasil menang tanpa kalah di M7 World Championship 2026. --youtube
HARIAN DISWAY — Duel derby Indonesia di M7 World Championship 2026 antara Onic Esports dan Alter Ego (AE) menjadi salah satu sorotan terbesar kompetisi Mobile Legends: Bang Bang di babak Knockout Stage, Minggu, 18 Januari 2026.
Laga yang mempertemukan dua tim kuat dari MPL Indonesia ini tidak hanya penuh strategi draft unik, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kedua tim mencoba menekan satu sama lain di setiap fase permainan.
Pertandingan ini merupakan Upper Bracket Quarterfinal Knockout Stage M7 World Championship yang digelar di XO Hall MPL Arena, Jakarta Barat.
Sebelumnya, baik Onic maupun Alter Ego berhasil lolos ke fase gugur setelah meraih tiket dari Swiss Stage 5. Onic menyusul Alter Ego ke babak Knockout setelah mengalahkan Team Falcons 2–1.
BACA JUGA:ONIC Bungkam Team Falcons 2-1, Melaju ke Knockout Stage M7 World Championship
Format Knockout Stage menggunakan sistem best of three (Bo3), di mana pemenang dua game langsung melaju ke semifinal Upper Bracket, sementara yang kalah harus turun ke Lower Bracket.
Laga ini diprediksi akan berlangsung intens karena kedua tim punya statistik kuat dari perjalanan mereka di turnamen ini.
Kerumitan Draft dan Strategi Game 1

Onic dan AE bermain dengan meta yang unik di game pertama M7 World Championship. --MPL
Game pertama menjadi bukti bahwa kedua tim siap bermain cerdik dan tidak biasa. Onic memilih komposisi tiga hero penyihir (Magic Damage) di antaranya Joy, Kimmy, dan Esmeralda.
Sementara Alter Ego justru memutuskan tiga fighter tanpa marksman, memasang peran solo laner seperti Grock, Cici, dan Sora yang dimainkan oleh Nino. Strategi ini menunjukkan keberanian AE untuk mengejutkan lawan sejak fase draft.
Sejak awal, AE bermain disiplin, tanpa agresi terbuka namun cukup efektif menggunakan map positioning terutama di Dangerous Grass, yang memperluas area rumput untuk rotasi mengejutkan.
BACA JUGA:Onic Esports Bangkit Lawan Evil: Drama Laga Hidup-Mati Swiss Stage M7 World Championship 2026
Strategi ini sempat membuahkan hasil ketika Nino (Sora) berhasil menumbangkan Kiboy (Hilda) pada menit ke-6, memberi AE momentum untuk unggul lebih dulu.
Namun Onic tidak tinggal diam. Mereka perlahan kembali dengan menjaga farm dan buff, serta mencoba mengambil objektif. Momentum berbalik ketika Onic berhasil mencuri Lord pertama pada menit ke-12 yang memberi tekanan besar pada AE.
Sayangnya bagi Onic, keberhasilan itu tidak langsung berbuah kemenangan. AE memanfaatkan kesempatan untuk turunkan jungle dan mid lane secara simultan, lalu berhasil menumbangkan Kairi dan Lutpii pada menit ke-15.
Lord kedua yang dipegang AE menjadi kunci untuk menekan base Onic yang rapuh di late game. AE akhirnya menutup Game 1 dengan kill kompak dan kemenangan 18:02.
BACA JUGA:Analisis Pertandingan Team Falcons vs Aurora Turkiye di Swiss Stage M7 World Championship
Game 2: AE Mengunci Skor Utuh

El Familia alias AE berhasil mengamankan diri di Upper Bracket M7. --MPL
Perubahan draft kedua game menunjukkan AE lebih agresif. Yakuzee (Fanny) mencatat first blood pada menit 1:40 dan membawa timnya mengamankan Turtle pertama.
AE tampak mendominasi awal game, meski Onic berusaha menahan serangan melalui permainan lebih defensif dan disiplin di bawah turret.
Onic sempat memecah tekanan AE dengan mencuri buff dan mengambil beberapa kill, termasuk Nino dan Yakuzee, namun tak lama kemudian AE kembali mendapatkan kill penting di menit ke-5:30 dengan menumbangkan Kiboy (Hellcurt).
Drama game ini terasa di area Lord kedua, di mana Onic justru fokus pada skirmish di luar objektif. Kairi yang bereaksi demi menahan rotasi AE sempat mencuri Lord pertama dan mengamankan push awal ke turret AE.
Namun keunggulan itu berubah ketika Lord ketiga muncul. AE berhasil mengamankan Lord serta melakukan setup objektif lebih rapi. Serangan bergelombang AE membuat base Onic terdesak, memaksa tim Landak Kuning bermain lebih catch-up daripada mengambil tempo.
BACA JUGA:CFU Gaming Tumbangkan Boostgate Esports 2-0 di Swiss Stage M7 World Championship 2026
Pada Lord keempat, AE menerapkan pola rotasi cepat dan coordination yang lebih solid untuk menghentikan momentum Onic, sekaligus memastikan kemenangan di Game 2 serta memenangi seri dengan skor 2–0.
Apa Arti Hasil Ini Bagi Kedua Tim?
Kemenangan 2–0 yang diraih Alter Ego atas Onic di fase Knockout Stage membawa dampak signifikan bagi struktur turnamen M7 World Championship 2026.
Dengan hasil ini, Alter Ego memantapkan posisi mereka di fase Upper Bracket berikutnya, sementara Onic harus turun ke Lower Bracket untuk menjaga asa mereka tetap hidup menuju Grand Final.
Pertemuan ini juga menjadi contoh klasik dari dinamika kompetitif di MLBB esports di mana strategi draft dan rotation jauh lebih menentukan daripada sekadar statistik hero atau mechanical plays.
AE mengeksekusi draft yang tidak konvensional namun efektif, sementara Onic menghadapi tantangan menata ulang respons terhadap permainan Split-Push dan objective control lawan, terutama pada fase tempo awal dan tengah.
BACA JUGA:M7 World Championship 2026, Alter Ego dari Indonesia Tekuk Black Sentence Esports
BACA JUGA:Mobile Legends M7 World Championship 2026: Tim EVIL Pilih Hero di Luar Meta, Tundukkan DYFG
Duel kedua tim ini juga mengingatkan perjalanan panjang mereka di kancah nasional. Onic berhasil menjuarai MPL Indonesia Season 16 dengan skor telak 4–1 atas Alter Ego, mempertegas dominasi mereka di level domestik sebelum M7 World Championship dimulai.
Namun di panggung dunia, polaritas situasi bisa berubah dengan cepat, seperti yang terlihat di Knockout Stage ini. Pertandingan Onic vs Alter Ego di Knockout Stage M7 World Championship 2026 menjadi cermin persaingan sengit dua tim Indonesia di level internasional.
Dengan pertarungan draft yang tak terduga, eksekusi objektif, dan penentuan tempo, AE keluar sebagai pemenang dalam format Bo3 hari itu. Kemenangan ini tidak hanya menentukan perjalanan mereka di turnamen.
Tetapi juga memberi pelajaran penting pada Onic untuk merancang strategi baru di Lower Bracket—langkah krusial demi mimpi menembus Grand Final.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: