Harga Samsung Galaxy S26 Terancam Naik, Promo Andalan Samsung Ikut Dipertaruhkan

Harga Samsung Galaxy S26 Terancam Naik, Promo Andalan Samsung Ikut Dipertaruhkan

Mock up Samsung Galaxy S26 Ultra yang bocor di X. --phonearea

Jika promosi tersebut benar-benar dihapus, maka peluang mendapatkan Galaxy S26 Ultra dengan harga jauh di bawah harga resmi akan semakin kecil. Sebagai perbandingan, pada Black Friday 2025 Samsung sempat memangkas harga Galaxy S25 Ultra 512 GB hingga di bawah USD 900.

Atau sekitar Rp14,2 juta dengan kurs saat ini. Diskon agresif seperti itu dinilai sulit terulang pada generasi berikutnya.

Samsung sendiri dikenal sangat agresif dalam memikat konsumen, mulai dari diskon langsung, trade-in bernilai tinggi, hingga bundling perangkat gratis. Namun dengan lonjakan biaya komponen, strategi tersebut berisiko memangkas margin keuntungan secara signifikan.

BACA JUGA:Galaxy Z Tri-Fold, Ponsel Lipat Tiga Samsung Gagal Uji Ketahanan

BACA JUGA:Apple Gandeng Samsung Jadi Pemasok Utama RAM iPhone 17, Ini Alasannya!

Sejumlah analis memprediksi Samsung akan mengalihkan fokus promosi ke bentuk lain yang lebih ramah margin. Opsi yang mengemuka adalah bundling langganan software, seperti layanan AI, streaming, atau aplikasi produktivitas. Strategi ini sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan lain dari Maeil Business juga menyebut kemungkinan Samsung menaikkan harga seri Galaxy A sebagai upaya menjaga daya saing Galaxy S26. Jika langkah ini diambil, maka efek kenaikan harga bisa dirasakan lebih luas di seluruh lini produk Samsung.

Dengan berbagai tekanan tersebut, konsumen Galaxy S26 tampaknya harus bersiap menghadapi realitas baru: harga lebih mahal dan promo yang tidak lagi semurah generasi sebelumnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: