Tardozzi Buka Kartu Ducati: Mental Bagnaia hingga Masa Depan Marquez

Tardozzi Buka Kartu Ducati: Mental Bagnaia hingga Masa Depan Marquez

Dari kiri: Davide Tardozzi (jaket Hitam), Michele Pirro (test rider Ducati) dan Marc Marquez terlihat berdiskusi, beberapa saat sebelum Marc Marquez mencoba kembali ke lintasan dengan mengendarai Panigale V2 pasca cedera serius, pada 9 Januari 2026 di sir--Twitter Scherazade @ScherazadeMS

HARIAN DISWAY - Menjelang tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang, Ducati berada di persimpangan krusial. Di tengah pemulihan mental Pecco Bagnaia, kebangkitan Marc Marquez, pasar pembalap yang semakin rumit dan revolusi regulasi 2027 yang mengintai, Pabrikan Italia mengakui satu hal: masa depan kini lebih penting daripada hasil instan.

Bos Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, tak lagi berusaha menutupi kompleksitas tersebut. Usai menemani Marc Marquez kembali ke lintasan untuk pertama kalinya di Sirkuit Aspar, Tardozzi memberikan penilaian jujur ​​mengenai kondisi Ducati saat ini.

Pesan yang disampaikan Tardozzi cukup jelas: Marc Marquez masih menjadi pusat perhatian, sementara Pecco Bagnaia harus berupaya memulihkan kondisi mentalnya setelah menjalani musim 2025 yang penuh tantangan.

Tardozzi kembali menyoroti kondisi psikologis Bagnaia. Juara dunia dua kali (2022 dan 2023) itu dinilai sempat goyah menghadapi dominasi rekan setimnya sepanjang musim lalu.

"Kami bersemangat karena Pecco dan Marc tampaknya berada dalam kondisi yang baik saat ini. Untuk Pecco, saya rasa dia menjalani libur musim dingin dengan baik dan memikirkan apa yang terjadi pada tahun 2025. Saya pikir kami akan melihat kembali Pecco versi 2024," ujar Tardozzi.

Dari pernyataan tersebut, Ducati secara implisit mengakui bahwa masalah utama yang dihadapi Bagnaia lebih bersifat mental dibandingkan teknis. Selama libur musim dingin 2025–2026, Bagnaia menjalani fase dekompresi—hampir seperti melakukan pengaturan ulang secara psikologis.

BACA JUGA:Comeback Marc Marquez Makin Dekat, Ducati Siapkan Tes di Sirkuit Aspar

BACA JUGA:Valentino Rossi di Persimpangan: Bertahan di Ducati atau Berjudi Bersama Aprilia

Sementara itu, terkait Marc Marquez, Tardozzi memberikan penilaian yang lebih berhati-hati. Juara dunia bertahan itu baru saja pulih dari cedera serius, sehingga Ducati memilih agar Marc tidak memaksakan diri.

"Saya rasa Marc sudah pulih dengan baik dari kecelakaan yang dialaminya, tetapi dia belum fit 100 persen. Saya berharap dia akan siap untuk balapan pertama musim 2026," kata Tardozzi.

Di balik sikap hati-hati tersebut, terdapat kenyataan yang jelas: meskipun performanya mungkin belum sepenuhnya maksimal saat kembali, Marc Marquez tetap akan menjadi panutan mutlak di paddock dan Ducati memahami hal itu lebih baik dari pun.


Marc Marquez, saat berada di paddock Ducati Lenovo pada MotoGP 2025--Twitter Ducati Corse @ducaticorse

Tak hanya puas dengan jajaran pembalap pabrikan, Ducati juga memperkuat dukungannya kepada Alex Marquez. Pada musim 2026, runner-up kejuaraan dunia 2025 itu akan mendapatkan dukungan teknis penuh dari pabrikan melalui Tim Gresini.

"Ya, Alex juga akan mendapat manfaat dari dukungan teknis penuh Ducati di Gresini. Saya pikir dia akan kembali menjadi pemain kunci setelah finis sebagai runner-up pada 2025," ujar Tardozzi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: