Tardozzi Buka Kartu Ducati: Mental Bagnaia hingga Masa Depan Marquez

Tardozzi Buka Kartu Ducati: Mental Bagnaia hingga Masa Depan Marquez

Dari kiri: Davide Tardozzi (jaket Hitam), Michele Pirro (test rider Ducati) dan Marc Marquez terlihat berdiskusi, beberapa saat sebelum Marc Marquez mencoba kembali ke lintasan dengan mengendarai Panigale V2 pasca cedera serius, pada 9 Januari 2026 di sir--Twitter Scherazade @ScherazadeMS

Pernyataan tersebut mengirimkan sinyal kuat bahwa Ducati terus ditempatkan di level elit MotoGP, meskipun hal itu berpotensi semakin meningkatkan hierarki teknis di internal Ducati.

BACA JUGA:Mukan Marc! Alex Marquez Pimpin Pengembangan Ducati GP26

BACA JUGA:Ducati Tancap Gas! GP27 Siap Diuji Pirro dan Bulega Mulai 2026

Lebih jauh lagi, Tardozzi menegaskan bahwa perubahan regulasi 2027 akan mengubah segalanya. Mesin, ban, hingga elektronik—tak ada yang akan tetap sama.

"Saya pikir ini adalah revolusi nyata. Pasar pembalap tidak pernah seterbuka ini. Pembalap pertama bisa menjadi yang terakhir, dan sebaliknya. Ini akan menjadi pertaruhan besar," tegas Tardozzi. 

Dampaknya, nilai kontrak pembalap menjadi semakin relatif di tengah perubahan teknologi. Para pembalap cenderung akan mencari motor terbaik, bukan sekadar tim terbaik.

Sementara itu, tim-tim berupaya mempertahankan bintang mereka sebelum perubahan besar terjadi pada tahun 2027.

Menatap masa depan yang masih sulit diprediksi, Tardozzi berbicara lugas. Ducati kini tengah bernegosiasi dengan Marc Marquez terkait masa depannya setelah 2026.

"Jelas bahwa Marc adalah pembalap yang paling diminati. Kami memiliki hubungan yang sangat baik di sini, yang membuat negosiasi berjalan lebih mudah. ​​Saat ini kami masih dalam tahap diskusi dan belum ada keputusan," ujar Tardozzi. 

Pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas. Sepertinya, Ducati tidak memberikan jaminan kepada siapa pun, termasuk Bagnaia, hingga pembalap kunci di pasar transfer MotoGP 2027, Marc Marquez, menentukan masa depannya.

BACA JUGA:Bukan Hanya Bagnaia, Yamaha Diam-diam Pantau Enea Bastianini

BACA JUGA:Moto3 2026 Memanas: Veda Ega Pratama Tantang Dominasi KTM

Terkait rumor bursa transfer MotoGP 2027 yang juga menyeret nama Pedro Acosta sebagai talenta muda paling diburu, Tardozzi mengimbau agar semua pihak tetap berhati-hati.

"Saat ini, lebih dari sebelumnya, semua orang saling berbicara. Pedro memang telah berbicara dengan VR46, tapi saya pikir fokus utamanya tetap bertahan di KTM," ujar Tardozzi. 

Musim 2026 pun diprediksi akan menjadi fase negosiasi permanen bagi para pembalap, dipicu oleh perubahan besar menuju regulasi 2027.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: