Dimarahi Tiga Kali, Pemburu Biawak Bunuh Majikan: Konflik Borjuis vs Proletar
ILUSTRASI Dimarahi Tiga Kali, Pemburu Biawak Bunuh Majikan: Konflik Borjuis vs Proletar.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pembunuhan terjadi karena pelaku Wahyudin, 33, sering dimarahi korban Hengky Rumba, 67. Pengakuan Wahyudin ke polisi, ia dimarahi Hengky tiga kali via telepon. Pelaku mengaku jengkel, kemudian membunuhnya dengan golok. Kasus itu dan sejenisnya bisa jadi pelajaran masyarakat agar terhindar dari kejahatan.
PEMBUNUHAN sering terjadi karena alasan sepele. Bahkan, kadang tidak logis. Jika sudah terjadi, korban dan pelaku sama-sama rugi. Maka, sebelum terjadi, orang harus selalu waspada.
Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono kepada wartawan, Senin, 12 Januari 2026, menjelaskan, tersangka mengaku membunuh karena sakit hati lantaran dimarahi korban lewat telepon tiga kali dalam satu momen. ”Kami mendalami lagi,” ujarnya.
Kasus itu menghebohkan. Hengky pegawai ahli perusahaan pengolah limbah di Jakarta. Posisinya mechanical and electrical engineer di PT Dacrea Design and Engineering Consultant. Saat mayatnya ditemukan di kebun di Desa Wantilan, Subang, Jabar, Sabtu, 3 Januari 2026, warganet heboh.
BACA JUGA:Pembunuhan Fitria Wulandari, Bagai Anjing Penjaga Bunuh Majikan
BACA JUGA:Bergaji Kecil, Pelayan Warung Bunuh Majikan
Pembunuhan Hengky menimbulkan heboh. Sebab, pekerjaan Hengky dinilai penting. Sampai-sampai, anggota Komisi III DPR Irjen Pol (purn) Frederik Kalalembang mendesak polisi segera menangkap pelaku. Setelah pelaku ditangkap, Frederik memuji kinerja polisi.
Tak dinyana, motif pembunuhan sangat sepele. Kronologinya demikian:
Sabtu, 3 Januari 2026, Hengky pulang dari mudik Natal dan tahun baru dari Klaten, Jateng. Ia naik bus. Turun di gerbang tol Kalijati, Subang. Lalu, ia menelepon Wahyudin yang tinggal tak jauh dari situ. Minta dijemput motor.
Wahyudin adalah pekerja serabutan, sehari-hari sering disuruh-suruh keluarga Hengky di Subang. Boleh dibilang ia pembantu pria. Namun, pekerjaan utamanya pencari biawak di kebun dan sawah untuk dijual.
BACA JUGA:Misteri Pembunuhan Waryanto, Mayatnya Dimakan Biawak
BACA JUGA:Selidik Mayat Dimakan Biawak di Bantargebang
AKBP Dony: ”Pengakuan tersangka, saat ia ditelepon korban, kondisi hujan lebat. Korban minta dijemput pelaku naik motor. Awalnya , pelaku menolak perintah itu.”
Penolakan membuat Hengky marah. Wahyudin rutin dibayar keluarga korban untuk disuruh-suruh. Penolakan itu membuat Hengky memaki-maki. Akhirnya Wahyudin mau. Ia pakai jas hujan, mengambil motornya, Honda Beat hitam, lalu berangkat menjemput.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: