Ekonom Ingatkan Risiko Program MBG, Defisit APBN 2025 Tembus Rp695 Triliun

Ekonom Ingatkan Risiko Program MBG, Defisit APBN 2025 Tembus Rp695 Triliun

Para siswa nampak bahagia dengan hadirnya MBG. Dampak tersebut terungkap saat Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta pada Kami-Dok.BGN-

Nailul juga mengingatkan, jika tren ini berlanjut, bukan hanya APBN yang tertekan, tetapi kepercayaan publik terhadap pemerintah juga berisiko semakin terkikis.

BACA JUGA:1 Tahun MBG Capai 55 Juta Penerima Manfaat, Prabowo Tekankan Nol Kesalahan

BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Anggaran Bencana Rp60 Triliun Cukup, Dana MBG Tak Dialihkan

Di sisi lain, pemerintah tetap menunjukkan optimisme. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai alokasi besar untuk MBG justru membuka peluang ekonomi baru, terutama di tingkat akar rumput.

"Kalau program ini meluncur di grassroots, tentu mempunyai efek terhadap pertumbuhan ekonomi," ucap Menko Airlangga.

Perdebatan soal MBG kini menempatkan pemerintah pada persimpangan kebijakan fiskal. Di satu sisi, program ini diklaim sebagai pengungkit kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Namun di sisi lain, tekanan defisit dan lonjakan utang menjadi alarm serius bagi keberlanjutan keuangan negara ke depan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: