Child Grooming Mengancam Anak-Anak

Child Grooming Mengancam Anak-Anak

ILUSTRASI Child Grooming Mengancam Anak-Anak.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Di berbagai keluarga, semestinya dikembangkan suasana anak merasa nyaman untuk berbicara dengan orang tua atau wali tentang apa pun yang terjadi dalam hidup mereka.

Kedua, perlu diketahui bahwa child grooming tidak hanya terjadi secara langsung (tatap muka), tetapi tak jarang juga secara daring melalui media sosial atau game online. Di sini peran orang tua sangatlah krusial. 

Orang tua seyogianya mengawasi penggunaan internet dan media sosial anak. Orang tua perlu mengetahui dengan siapa anak-anak mereka berinteraksi secara daring.

Belajar dari pengalaman, anak-anak yang termasuk adiktif dalam penggunaan gadget, mereka sering kali lupa diri hingga sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bermain gadget. 

Ketika orang tua masih ragu-ragu terhadap keselamatan anak, jangan segan menggunakan pengaturan privasi di media sosial dan platform online untuk membatasi siapa saja yang dapat berinteraksi dengan anak. Orang tua perlu mengajari anak untuk tidak berbagi informasi pribadi. 

Anak perlu diingatkan untuk tidak pernah memberikan informasi pribadi seperti nama, alamat, atau nomor telepon kepada orang asing secara daring.

Perlu dipahami bahwa child grooming bukanlah tindakan instan. Sering terjadi, fenomena child grooming seperti gunung es. Hanya sedikit yang berani berbicara dan melaporkan apa yang dialaminya. 

Hanya dengan keterbukaan dan hubungan baik antara orang tua dan anaklah yang akan membuat anak yang menjadi korban child grooming berani bersuara. Bagaimana pendapat Anda? (*)

*) Suryanto adalah guru besar psikologi, Universitas Airlangga dan rektor Universitas 45 Surabaya.

*) Bagong Suyanto adalah guru besar dan dosen sosiologi anak, FISIP, Universitas Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: