Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Ciptakan VeriFuel, Alat Uji Kemurnian BBM Berbasis IoT

Mahasiswa Teknik Elektro Ubaya Ciptakan VeriFuel, Alat Uji Kemurnian BBM Berbasis IoT

Verifuel, inovasi alat pendeteksi kemurnian BBM karya tiga mahasiswa FT Ubaya.-Universitas Surabaya-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Surabaya (FT Ubaya) berhasil menciptakan prototipe perangkat uji kemurnian Bahan Bakar Minyak (BBM).

Perangkat itu terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Namanya VeriFuel, alat portabel yang dirancang untuk membantu konsumen memastikan kualitas BBM secara cepat, mandiri, dan real-time sebelum digunakan.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Evan Nugroho, Christabel Audrey Theresya, dan Michael Ong. Melalui VeriFuel, mereka menawarkan pendekatan baru dalam pengujian kualitas BBM. 

Sebab, metode yang umum selama ini masih bergantung pada metode reaktif dan laboratorium. Cenderung tidak praktis bagi masyarakat.

BACA JUGA:Politeknik Ubaya Gelar Donor Darah di Tengah Krisis Stok Darah O

BACA JUGA:Politeknik Ubaya Gelar Workshop Beauty dan Beragam Kuliner Jawa Timur, Usung Tema Colour of The Soul

VeriFuel bekerja dengan memanfaatkan dua indikator utama. Yakni sensor gas dan sensor suhu. Data hasil pengukuran kemudian disajikan secara real-time. Lengkap dengan informasi lokasi akurat berbasis Global Positioning System (GPS).


Tiga mahasiswa FT Ubaya yang berhasil ciptakan prototipe perangkat uji kemurnian BBM.-Universitas Surabaya-

Informasi itu dapat diakses langsung melalui layar OLED pada perangkat. Bisa juga melalui aplikasi khusus yang telah dirancang untuk mendukung sistem tersebut.

“Ide pembuatan VeriFuel berangkat dari keresahan konsumen terkait dugaan penurunan kualitas BBM. Isu itu belakangan sering dibicarakan. Di sisi lain, belum ada metode verifikasi kualitas BBM yang bersifat preventif dan mudah diakses masyarakat,” ujar Audrey.

Menurut Audrey, selama ini konsumen terlambat menyadari adanya masalah kualitas BBM. Biasanya terjadi setelah ditemukan kerusakan pada kendaraan.

BACA JUGA:Ubaya Berangkatkan Tim Kemanusiaan ke Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra

BACA JUGA:Peduli Bencana Sumatera, Ubaya Galang Dana lewat Symphony of Indonesia

Kondisi tersebut dinilai merugikan secara teknis maupun finansial. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah mekanisme verifikasi independen. Yang dapat digunakan untuk mengecek kualitas BBM sebelum masuk ke tangki kendaraan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: