Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft atas Dugaan Pemecatan Terselubung

Mantan Bos Assassin’s Creed Gugat Ubisoft atas Dugaan Pemecatan Terselubung

Mantan pegawai Ubisoft menuntut Ubisoft karena pemecatan terselubung. --Ubisoft

Namun di bawah struktur baru, Ubisoft berencana menunjuk satu Head of Franchise yang mengawasi seluruh IP utama. Termasuk Assassin’s Creed.

Posisi itu secara efektif menurunkan peran Côté. Lebih jauh, jabatan tersebut hanya tersedia di Prancis. Itu membuat Côté harus pindah lintas benua jika ingin tetap bersaing.

Côté mengaku ditawari dua opsi: posisi baru sebagai kepala produksi waralaba dengan kewenangan terbatas, atau peran ambigu memimpin “Creative House” untuk IP yang lebih kecil.

BACA JUGA:Ubisoft Umumkan Update Besar Assassin's Creed Shadows dengan New Game Plus

BACA JUGA:Siege X, Transformasi Terbesar Rainbow Six Siege Dirilis Maret 2025 di Tengah Krisis Ubisoft

Ketika ia menolak dan meminta pesangon pada Oktober 2025, Ubisoft justru mengumumkan kepergiannya sebagai pengunduran diri sukarela. Baik secara internal maupun publik.

“Banyak yang terkejut saya meninggalkan Assassin’s Creed setelah bertahun-tahun. Kebenarannya sederhana: itu bukan pilihan saya,” tulis Côté di LinkedIn saat itu.

Kini, selain menuntut ganti rugi dan pesangon, ia juga meminta dibebaskan dari klausul non-kompetisi yang membatasi kariernya di industri game.

Gugatan itu muncul menjelang satu tahun perilisan Assassin’s Creed Shadows, game terakhir di bawah kepemimpinan Côté.

BACA JUGA:Pengembang Arc Raiders Tampung Tuntutan Pemain Soal Custom Loadout Tersimpan

BACA JUGA:Daima DLC Terbaru Dragon Ball Z Kakarot, Perpanjang Epilog Anime dengan Adegan Baru

Judul tersebut sempat ditunda pada 2024 demi waktu pengembangan tambahan, setelah mencatat jeda terpanjang dalam sejarah rilis Assassin’s Creed.

Pada 2022, Côté sempat mengumumkan perubahan besar model pengembangan Assassin’s Creed, dengan siklus produksi lebih panjang dan berkelanjutan.

Ia juga membagi masa depan waralaba ke dua jalur. Dengan Shadows meneruskan formula RPG dunia terbuka dan Assassin’s Creed Hexe menawarkan pendekatan yang lebih eksperimental.

Hingga kini, sejumlah proyek lain seperti multiplayer Invictus dan game mobile Jade belum menunjukkan perkembangan jelas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: