Pengajian Virtual di Ruang Game Roblox

Pengajian Virtual di Ruang Game Roblox

ILUSTRASI Pengajian Virtual di Ruang Game Roblox.-Arya/AI-Harian Disway-

SAAT INI masyarakat global hidup di depan layar, baik gawai maupun PC (personal computer). Kecanggihan dan kemudahan akses itu telah menembus batas generasi untuk terhubung dalam perkembangan teknologi. Tanpa kita sadari, banyak praktik budaya dari ruang fisik berpindah ke ruang digital. 

Namun, di balik euforia inovasi tersebut, terselip pertanyaan mendasar yang jarang terpikirkan oleh masyarakat yang menjadi bagian dari kemajuan teknologi. Praktik keagamaan yang selama ini dipahami sebagai hal yang sakral dan mengandung nilai spiritualitas kini mulai beradaptasi ke platform game, seperti di Roblox

Lalu, apakah pantas praktik kajian agama yang sakral direduksi menjadi aktivitas virtual di dalam dunia game? Pertanyaan itu menjadi serius ketika budaya beragama dipindahkan ke ruang virtual. 

BACA JUGA:5 Setan Paling Seram dan Anomali yang Muncul di Game Roblox Bakso Malang Anomalies

BACA JUGA:Bakso Malang Anomalies: Game Horor Indonesia di Roblox yang Viral di Dunia Internasional

Karena itu, pertanyaan tersebut menarik untuk dibaca sebagai diskursus tentang pergeseran paradigma keberagamaan dalam konteks postmodern.

Akhir-akhir ini mulai marak fenomena tren ngaji di Roblox yang dipelopori komunitas Majelis Roblox Indonesia (Mario) pada September 2025. 

Roblox sendiri merupakan game online yang dapat dipahami sebagai tempat para penggunanya tidak hanya bermain, tetapi juga membangun dan berbagi dunia virtual (maps)-nya dengan mengostum avatar 3D, layaknya Lego. 

Kajian di Roblox itu tampak memunculkan kerenggangan relasi digital dengan adab religius. 

BACA JUGA:Disney Tunda Kolaborasi dengan Roblox Karena Masalah Predator Anak

BACA JUGA:Rusia Blokir Roblox, Dianggap Propaganda LGBT

Bagi penulis, cara pandang semacam itu terlalu reaktif. Justru di titik itulah ilmu sastra dan budaya menawarkan perspektif lain. Fenomena tersebut bukan sekadar kekhawatiran semata, melainkan juga sebagai teks budaya yang kompleks antara masyarakat, agama, dan teknologi. 

Artinya, Roblox tidak lagi sebagai ruang permainan. Di balik fungsi dasarnya, Roblox juga dapat menjadi ruang untuk menyebar dan menimba ilmu agama secara virtual. Para avatar tidak hanya bermain, tetapi juga berkomunikasi, belajar, dan membentuk komunitas sendiri. 

BATAS SAKRALITAS ANTARA RUANG FISIK DAN RUANG VIRTUAL

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: