Jejak Jalur Sutra Hubungkan Peradaban Dunia, dari Xi’an hingga Mediterania
Sejarah panjang Jalur Sutra, jalur perdagangan yang eksis sejak peradaban kuno.-China Daily-
Di sisi lain, berbagai tradisi kuliner dan tanaman seperti anggur serta delima diperkenalkan ke Tiongkok dari Timur Tengah.

Situs bercorak Buddhisme di Jalur Sutra.-China Daily-
Pengaruh Jalur Sutra juga terlihat dalam perkembangan seni. Pertukaran gaya dan teknik artistik melahirkan bentuk-bentuk seni baru di berbagai wilayah.
Salah satunya terlihat pada seni wayang bayangan yang berkembang di Tiongkok. Kemudian memengaruhi tradisi serupa di kawasan Ottoman.
BACA JUGA:Festival Hanyi di Tiongkok, Tradisi Hangat untuk Mengenang Leluhur
BACA JUGA:Fotografer Abadikan Ketangguhan dan Kisah Tersembunyi di Balik Tembok Besar Tiongkok
Nilai sejarah Jalur Sutra diperkuat oleh temuan arkeologis di berbagai situs penting. Seperti Dunhuang dan Xi’an di Tiongkok, serta Rahat di Kazakhstan.
Manuskrip kuno, patung Buddha, tembikar, dan tekstil menjadi bukti nyata interaksi lintas budaya di sepanjang jalur tersebut.
Hingga kini, warisan Jalur Sutra terus dikaji dan dilestarikan melalui pameran museum, penelitian akademik, dan program internasional.
Inisiatif modern seperti Belt and Road Initiative juga kerap dipandang sebagai upaya menghidupkan kembali semangat konektivitas Jalur Sutra. Terutama dalam konteks global masa kini.
BACA JUGA:Sentuhan Restorasi di Situs Sangxidui, Tiongkok, Bangkitkan Kejayaan Masa Lalu Sichuan
BACA JUGA:Kilauan Emas Kuno: Pameran Baru Ungkap Sejarah Panjang Seni Emas Tiongkok
Selain menjadi simbol perdagangan, Jalur Sutra juga lambang dialog antarperadaban. Keberadaannya membentuk sejarah dunia dan terus menginspirasi kerja sama lintas bangsa hingga saat ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: china daily