Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi ULM Banjarmasin: Gaya Seorang Don Juan
ILUSTRASI Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi ULM Banjarmasin: Gaya Seorang Don Juan.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Dikutip dari Daily Mail, 12 Agustus 2016, berjudul Don Juan: Monster yang tak seorang wanita pun bisa menolaknya… karya Laura Freeman, diungkap, kisah Don Juan beredar di Eropa sejak 400 tahun silam. Hingga kini. Ia laki-laki tampan dan kaya. Ia perayu ulung yang menaklukkan dan berhubungan seks dengan ratusan perempuan.
Don Juan tokoh fiktif. Karya sastra. Ditulis biarawan Spanyol, Gabriel Tellez, dalam skenario drama berjudul Burlador de Sevilla (Sang Penipu dari Sevilla). Dipentaskan kali pertama sekitar tahun 1616 di Spanyol.
Dalam bahasa Spanyol, don berarti tuan. Juan adalah nama pria kebanyakan di sana saat itu. Don Juan penakluk sangat banyak perempuan.
Ia tidak hanya menyimpan buku catatan tentang penaklukannya, tetapi juga sebuah ensiklopedia tentang hal itu. Di Turkiye ia menculik dan merayu 91 gadis agar tidur dengannya. Di Prancis 100 gadis muda percaya rayuan si Juan, ketika ia mengatakan bahwa mereka adalah satu-satunya wanita di dunia.
Di Jerman 230 gadis perawan tidak perawan lagi oleh Juan. Di Italia 640 balkon dipanjat untuk bisa meniduri para perempuan. Di Spanyol, negara asalnya, ia telah meniduri dan meninggalkan 1.003 senorita yang menangis.
Sejak dipentaskan, karya itu sangat terkenal. Dipentas berkali-kali di Spanyol, kemudian menyebar di Eropa. Yang paling dikenang masyarakat sana adalah Don Juan. Kemudian, dijadikan julukan buat laki-laki perayu perempuan. Atau, tukang selingkuh.
Musisi legendaris dari Austria Wolfgang Amadeus Mozart (27 Januari 1756–5 Desember 1791) menciptakan komposisi musik untuk ilustrasi drama Don Giovanni, terinspirasi Don Juan.
Di drama itu, pelayan Don Giovanni, Leporello, membacakan daftar penaklukan tuannya dari Turkiye hingga Spanyol. Sementara si playboy melambaikan tangan dengan acuh tak acuh. Ya, ya, tapi gadis mana selanjutnya? Sepanjang sore masih terbentang di hadapannya. Ia bisa menambahkan setidaknya sepuluh nama perempuan ke daftar itu sebelum makan malam.
Di zaman modern, kisah Don Juan difilmkan. Pada 1973, aktris top dunia Brigitte Bardot memainkan peran utama dalam film Don Juan, or If Don Juan Were a Woman (judul Prancis: Don Juan ou Si Don Juan était une femme).
Dalam film lainnya pada 1995 aktor Johnny Depp memerankan tokoh Don Juan. Film Bardot maupun Depp, semuanya sukses di pasaran. Nama Don Juan jadi semacam sihir, daya tarik masyarakat ingin tahu.
Satu hal yang konstan dalam semua penafsiran ulang itu adalah ketidaksetiaan Don Juan. Perselingkuhannya. Sampai-sampai ia tak mampu mengingat nama wanita yang ditidurinya pada keesokan paginya.
Di kasus pembunuhan Zahra, tersangka sosok Don Juan. Ia berani berselingkuh, padahal sudah bertunangan. Semestinya ia menikah Senin lusa. Juga, dari caranya ”merebut” Zahra dari Zainal.
Namun, tokoh Don Juan ada karena ada perempuan yang mau dengannya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: