Trump Kirimkan 'Armada Besar' Ke Timur Tengah: Kami Mengawasi Iran
Potret Konvoy armada kapal Arleigh Burke destroyer milik angkatan laut AS-US Navy-U.S. Naval Institute Staff
HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengiriman armada tempur angkatan laut besar-besaran ke Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah laporan lonjakan korban jiwa akibat kerusuhan di Iran yang kini diperkirakan menembus angka 5.000 orang.
Melansir The Guardian pada Jumat, 23 Januari 2026, Trump menyatakan bahwa Washington terus memantau situasi di Iran dengan sangat ketat. Pernyataan tersebut disampaikannya di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat perjalanan pulang dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss.
"Kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, hanya untuk berjaga-jaga," ujar Trump. "Saya lebih memilih tidak melihat sesuatu terjadi, tetapi kami mengawasi mereka (Iran) dengan sangat dekat... kami memiliki armada yang menuju ke sana, dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya,"ujar Trump

Presiden Donald Trump saat menjawab pertanyaan wartawan di atas pesawat angkatan udara AS setelah mengunjungi Forum Ekonomi Dunia di Davos-Evan Vucci -Association Press
Armada yang dikerahkan dilaporkan mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln serta sejumlah kapal perusak berpeluru kendali (guided-missile destroyers) yang dijadwalkan tiba di perairan Timur Tengah dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, sistem pertahanan udara tambahan juga turut disiagakan, kemungkinan besar di sekitar pangkalan udara AS di sekitar Qatar dan Israel.
Pengerahan kekuatan militer ini bertepatan dengan rilis data terbaru dari Human Rights Activists News Agency (HRANA) yang berbasis di AS. Lembaga tersebut mencatat jumlah korban tewas akibat tindakan keras aparat Iran terhadap demonstran telah mencapai 5.002 jiwa. Angka tersebut terdiri dari 4.716 demonstran, 203 personel pro-pemerintah, serta puluhan anak-anak dan warga sipil.
Aksi protes di Iran sendiri dipicu oleh ketidakstabilan ekonomi dan jatuhnya nilai mata uang rial sejak akhir Desember lalu. Trump sebelumnya sempat menahan diri untuk tidak menyerang Iran dua pekan lalu, namun menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka jika situasi memburuk.
*) Peserta Magang Kemnaker RI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: the guardians