Perampokan-Pembunuhan di Rumah Bos Sate di Boyolali: Gegara Utang Nrethek
ILUSTRASI Perampokan-Pembunuhan di Rumah Bos Sate di Boyolali: Gegara Utang Nrethek.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Perampokan-pembunuhan di rumah Purwanto, 38, di Dukuh Pengkol, Boyolali, Jateng, dipicu utang. Pelaku Agus, 30, penjual kerupuk, berutang ke Daryanti, 33, istri Purwanto. Ditagih, ia tak bayar. Lalu, menyayat leher Daryanti dengan cutter dan membenamkan anaknya, Adisa Orlin, 6, ke bak mandi sampai tewas.
MUNGKINKAH utang pemicu kejahatan? Robin Galnander, peneliti kriminologi dari Stockholm University, Swedia, dalam karyanya berjudul The Anxiety of a Lifetime: Dealing with Debt in Desistance from Crime Open Access, membenarkan. Utang terkait kriminal.
Karya Galnander itu dimuat di The British Journal of Criminology, Volume 63, 5 Junni 2022. Diulas ilmiah. Jadi, jika Anda tidak mampu membayar, jangan berutang.
BACA JUGA:Perampokan Sadis di Rumah Bos Sate di Boyolali: Rampok atau Dendam?
BACA JUGA:Perampokan-Pembunuhan Pengacara di Cilacap: Pelaku Rencanakan Matang
Pada kasus itu, Agus tetangga Daryanti. Ia punya utang ke Daryanti. Itu diungkapkan keluarga korban bernama Wahyudi, 60, kepada wartawan, Jumat, 30 Januari 2026. Setiap ditagih, Agus selalu mbulet (beralasan). Lima hari sebelum perampokan, Daryanti menagih utang. Agus malah marah.
Kamis siang, 29 Januari 2026, di rumah korban cuma ada Daryanti dan si bungsu Adisa. Purwanto tinggal dan berdagang sate kambing di Singkawang, Kalbar. Anak sulung perempuan usia 11 tahun sedang ikut pengajian di desa itu.
Agus merampok, menggorok Daryanti (kini masih dirawat intensif di RSUD Simo, Boyolali). Juga, membunuh Adisa.
BACA JUGA:Perampokan-Pembunuhan Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi: High Risk Low Return
BACA JUGA:Perampokan dan Pembunuhan di Pujon, Malang: Pelajari Taktik Perampok
Dalam video yang beredar di medsos, tampak Agus diinterogasi polisi. Agus mengakui bertetangga dan punya utang ke Daryanti. Tidak disebut nominalnya. Ia pernah ditagih, tapi belum bisa bayar.
Kamis siang itu Agus datang ke rumah Daryanti. Ia mengaku, pintu pagar halaman terbuka. Ia pun berjalan langsung memasuki halaman sampai tiba di pintu rumah yang juga terbuka (kebiasaan masyarakat Jawa di desa-desa selalu membuka pintu rumah sejak pagi sampai menutupnya saat senja).
Agus kepada polisi interogator mengatakan, saat itu Agus berkata di depan pintu, begini:
”Dar (Daryanti, Red), ini Agus. Aku mau bayar utang, Dar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: