Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Dunia, Menlu Sugiono: Bukan Pengganti Peran PBB
Keterangan Pers Menteri Luar Negeri Sugiono, Bad Ragaz, Swiss, 23 Januari 2026.--youtube skretariat presiden
HARIAN DISWAY – Pemerintah Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian Dunia atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk untuk mengawal proses perdamaian dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza, Palestina.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan, kehadiran badan internasional tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Tentu saja tidak. Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB,” ujar Sugiono dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss, dikutip Minggu, 25 Januari 2026.
Menurutnya, penandatanganan piagam pendirian Board of Peace dilakukan dalam pertemuan negara-negara Islam dan negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang sejak awal terlibat dalam pembahasan situasi Palestina.
BACA JUGA:Alasan Indonesia Gabung Board of Peace adalah Langkah Konkret Dukung Kemerdekaan Palestina
BACA JUGA:Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Satu Grup Dengan Israel
Proses tersebut berlanjut dalam pertemuan di Sharm El-Sheikh, Mesir. Hingga akhirnya disepakati pembentukan badan internasional tersebut.
Board of Peace, imbuhnya, bertugas memastikan proses pemulihan pascaperang berjalan baik serta berkelanjutan.
Fokus utamanya adalah menciptakan perdamaian permanen di Gaza. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara.
Indonesia pun merasa perlu berada di dalam forum tersebut. Karena sejak awal terlibat dalam proses diplomasi Palestina.
“Kita adalah negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Palestina. Karena ini bagian dari upaya menuju perdamaian, maka kita harus ada di dalamnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Parlemen Israel Sahkan RUU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina, Didukung Netanyahu dan Ben Gvir
BACA JUGA:Faksi-Faksi Pejuang Palestina Sepakat Serahkan Pemerintahan Gaza ke Kelompok Teknokrat
Keputusan bergabung juga diambil setelah melalui konsultasi dengan sejumlah negara yang tergabung dalam Group of New York. Hingga akhirnya tercapai kesepakatan bersama untuk bergabung sebagai founding members Board of Peace.
Sebanyak 20 negara tercatat sebagai penandatangan awal piagam tersebut. Di antaranya Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turki, Pakistan, Mesir, dan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menandatangani langsung piagam pendirian badan tersebut sebagai bentuk komitmen Indonesia dalam proses perdamaian Palestina.
Sugiono menekankan, kehadiran Indonesia di dalam Board of Peace bertujuan agar Indonesia tidak hanya menyuarakan kecaman dari luar. Tetapi dapat ikut mempengaruhi arah kebijakan secara langsung.
“Dengan berada di dalam, kita bisa memberi masukan, saran, dan memastikan seluruh langkah tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara,” katanya.
Ia menambahkan, pembentukan Board of Peace merupakan langkah konkret komunitas internasional untuk memberikan kesempatan nyata bagi perdamaian. Tanpa menghilangkan peran PBB sebagai lembaga utama dalam sistem global. (*)
*) Lailatul Arifah, peserta magang dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: youtube sekretariat presiden