Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Satu Grup Dengan Israel

Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza,  Satu Grup Dengan Israel

Potret Prabowo Subianto berjabat tengan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump. -Suzanne Plunkett-Agence France Presse (AFP)

HARIAN DISWAY - Indonesia secara resmi memutuskan untuk bergabung dengan Board of Peace, sebuah badan inisiatif yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi rekonstruksi Gaza pasca-konflik. Keputusan strategis ini menempatkan Indonesia dalam satu forum dengan Israel di bawah payung inisiatif tersebut.

Langkah Indonesia ini diumumkan melalui pernyataan bersama dengan sejumlah negara mayoritas Muslim lainnya, yakni Turki, Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, Pakistan, dan Uni Emirat Arab. Jakarta mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat undangan langsung dari Trump dan menyetujui partisipasi Indonesia.

​"Para menteri (luar negeri) mengumumkan keputusan bersama negara mereka untuk bergabung dengan Board of Peace. Setiap negara akan menandatangani dokumen keanggotaan sesuai dengan prosedur hukum dan ketentuan yang berlaku di masing-masing negara," demikian bunyi pernyataan resmi bersama negara anggota tersebut, dikutip Kamis, 22 Januari 2026.

​Blok negara Muslim ini menyatakan dukungan mereka terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Presiden Trump. Dalam pernyataan tersebut, Board of Peace dideskripsikan sebagai "administrasi transisi" yang bertujuan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen dan mendukung pembangunan kembali Gaza.

BACA JUGA:Kelompok Aktivis AS Sebut 3.766 Orang Tewas dalam Demonstrasi Iran, Teheran Beri Pengakuan Mengejutkan

BACA JUGA:Trump Dilaporkan Patok Biaya Pendaftaran Rp 16,9 T Bagi Negara yang Ingin Masuk Dewan Perdamaian Gaza

Badan ini juga menegaskan tujuannya untuk mendorong "perdamaian yang adil dan abadi yang didasarkan pada hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara sesuai dengan hukum internasional."

​Duduk Bersama Israel


Kondisi keluarga di Gaza-ist-

​Bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace berarti Jakarta akan berada dalam satu grup dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebelumnya, Israel telah mengumumkan bahwa pemimpin mereka menerima tawaran Trump untuk menjadi anggota dewan tersebut.

​Dalam struktur kepengurusannya, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Presiden Bank Dunia Ajay Banga akan duduk di jajaran dewan eksekutif. Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengumumkan niat negaranya untuk menyumbang US$1 miliar ke badan ini menggunakan aset Moskow yang sebelumnya dibekukan oleh pemerintah AS. Sementara itu, Perancis dan Norwegia dikabarkan menolak untuk bergabung.

​Dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Trump mengklaim setidaknya terdapat 59 negara yang akan menjadi bagian dari kesepakatan damai Gaza ini. Presiden Prabowo dijadwalkan akan hadir di konferensi yang sama di Swiss.

​Di dalam negeri, Indonesia juga mendukung proposal Trump untuk membentuk International Stabilization Force (ISF) guna demiliterisasi Jalur Gaza. Namun, pengamat  hubungan internasional memperingatkan Jakarta untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan politik luar negerinya.

BACA JUGA:Dua Kloter Haji Tertunda Terbang ke Tanah Air Karena Eskalasi Konflik di Timur Tengah

BACA JUGA:AS Kirim Gugus Tempur Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah di Tengah Memanasnya Tensi dengan Iran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: