FIB Unair Dorong Pelajar Jadi Warga Digital yang Beretika dan Santun Berbahasa
Noerhayati Ika Putri menyerahkan hadiah pada Muhammad Prayoga, pemenang 1 mini website.-FIB Unair untuk Harian Disway-
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB Unair) berkolaborasi dengan SMA Muhammadiyah 1 Gresik menyelenggarakan Education Competition Anti-Cyberbullying 2026 sebagai upaya membangun kesadaran etika berbahasa dan tanggung jawab pelajar di ruang digital, Selasa, 27 Januari 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Anti-Cyberbullying: Watch Your Language, Be Responsible for Your Actions” dan dirancang sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan dosen serta mahasiswa FIB Unair. Program ini ditujukan bagi siswa kelas X, XI, dan XII SMAMSATU Gresik untuk meningkatkan kecakapan berinteraksi secara bijak di media sosial.
Selain itu, kompetisi ini menjadi kampanye edukatif untuk mencegah praktik perundungan siber yang kian marak di kalangan pelajar sekolah menengah. Melalui berbagai media digital, peserta didorong mengekspresikan gagasan secara positif, empatik, dan bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi kesantunan berbahasa.
Terdapat tiga kategori lomba yang dipertandingkan, yakni Poster Digital, Instagram Reels, dan Website Mini. Setiap kategori dirancang untuk menumbuhkan kreativitas siswa dalam menyampaikan pesan anti-cyberbullying secara inovatif tanpa mengandung unsur SARA serta tetap mengedepankan nilai etika digital.
BACA JUGA:Mahasiswa BBK 7 Unair Tanamkan Orientasi Masa Depan Sejak Dini di SDN Truni, Lamongan
Antusiasme peserta terlihat menonjol pada kategori Website Mini. Muhammad Prayoga Sejati, siswa kelas X, berhasil meraih juara pertama setelah mengungguli tiga kelompok lainnya melalui karya website interaktif yang dinilai normatif dan relevan dengan tema lomba.
“Saya menyiapkan pembuatan website ini selama tiga minggu sejak pertama kali mendengar pengumuman lomba. Saya sangat tertarik karena sebelumnya belum pernah ada lomba seperti ini di tempat saya,” ujar Muhammad Prayoga Sejati.
Ketua Pelaksana sekaligus juri, Noerhayati Ika Putri, menjelaskan bahwa karya tersebut memiliki keunikan tersendiri yang menjadi nilai tambah dalam penilaian.
“Salah satu hal menarik dari desain website milik Yoga adalah adanya fitur mirroring, di mana pengguna dapat melihat penampilan mereka secara langsung saat mengakses website sebagai bentuk refleksi diri, terutama dalam kaitannya dengan tema cyberbullying,” jelas Noerhayati.

Seluruh panitia dan peserta lomba berfoto bersama.-FIB Unair untuk Harian Disway-
Ia menambahkan bahwa penilaian dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan lima juri, dua di antaranya merupakan pakar pengembangan website dan media sosial.
Sementara itu, pameran karya yang digelar bersamaan dengan awarding juga menarik perhatian pengunjung dari kalangan siswa. Interaksi antara peserta dan pengunjung membuka ruang dialog serta refleksi bersama mengenai dampak perundungan siber.
“Saya menjadi semakin tercerahkan karena perundungan siber memang sering terjadi, dan saya sendiri pernah mengalaminya di lingkungan sekolah. Dengan adanya pameran ini, saya jadi lebih termotivasi untuk bijak dalam berinteraksi di dunia digital,” tutur salah satu pengunjung siswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: