Aisah Dahlan tentang Dinamika Memahami Laki-Laki dan Perempuan: Harmoni Tercipta dari Perbedaan
DEEP TALK SESSION Ketika Cinta Lelah: Menemukan Kembali Soulmate dalam Pernikahan menghadirkan Aisah Dahlan dan Paula Verhoeven di Hotel Morazen Surabaya pada Minggu, 25 Januari 2026.-Ilmi Bening-Harian Disway
HARIAN DISWAY - "Sudah tidak sepaham." Alasan itu sering dilontarkan sebagai penyebab retaknya hubungan antar perempuan dan laki-laki, khususnya dalam ikatan perkawinan. Bahkan, tidak jarang alasan itu meruncing dan berujung pada perselisihan yang serius.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengenal dan memahami karakter perempuan dan laki-laki itu perlu. Namun, yang lebih urgen adalah memahami baterai cinta dalam love language (bahasa cinta) pasangan.
“Susunan otak dan tubuh perempuan dan laki-laki itu dirancang untuk saling mendukung dan melengkapi,” ungkap dr. Aisah Dahlan, CHt., CM., NLP., dalam Deep Talk Session Ketika Cinta Lelah: Menemukan Kembali Soulmate dalam Pernikahan.
Perempuan yang dikenal sebagai praktisi neuro-parenting skill itu berbicara di hadapan puluhan peserta. Acara berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026, di Hotel Morazen Surabaya.
BACA JUGA:Aisah Dahlan di SAIM: PR Picu Ketegangan Orang Tua dan Anak
BACA JUGA:Apa Kata Paula Verhoeven dan dr. Aisah Dahlan tentang Pernikahan? Hotel Morazen Surabaya Punya Informasinya
Seperti Adam dan Hawa, perempuan diciptakan untuk mendampingi laki-laki. Menurut Aisah, keduanya harus saling belajar untuk memahami satu sama lain.
“Ilmu pengetahuan saat ini juga bersepakat mengatakan bahwa dengan memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan, maka kita dapat benar-benar mulai membangun kekuatan bersama-sama dan semakin saling mencintai,” tuturnya.
Sabar menjadi kunci dalam pernikahan. Sabar dan memahami perbedaan dalam berumah tangga. Sebab, setelah menikah, pasangan akan menemukan perbedaan satu sama lain yang kompleks. Baik watak, budaya, ungkapan kasih sayang, dan lain-lainnya.
Saling memahami satu sama lain akan membantu mengeluarkan hormon cinta. Pasangan tidak akan dianggap sebagai lawan yang sulit dimengerti, melainkan sebagai partner yang memiliki cara kerja unik.

AISAH DAHLAN menjelaskan perbedaan perempuan dan laki-laki yang bisa diselaraskan untuk saling melengkapi.-Ilmi Bening-Harian Disway
BACA JUGA:Paula Verhoeven Takut Mati Dorong Dia Berhijab
BACA JUGA:Deddy Corbuzier Dukung Paula Verhoeven Dapatkan Hak Asuh Anak
Dalam rumah tangga, sering muncul pertanyaan, mengapa pihak perempuan atau istri cenderung lebih aktif mencari informasi dan belajar mengenai pola asuh dan pengembangan diri dibandingkan suami?
“Perempuan memiliki program tarbiyah (pendidikan anak) serta hasrat alami untuk berkumpul dan mengumpulkan informasi. Misalnya, lewat pengajian, ikut komunitas, atau seminar. Bahkan ke toilet pun bareng-bareng,” candanya diikuti gelak tawa peserta.
Sebaliknya, laki-laki memiliki dominasi pada otak bagian kanan yang mengatur hasrat untuk bersaing. Itulah mengapa laki-laki jauh lebih bersemangat dalam ruang rapat atau diskusi yang bersifat kompetitif. Sebab itu, strategi istri belajar dan tahu duluan dinilai lebih efektif dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Lebih lanjut, Aisah menerangkan bahwa otak manusia terdiri dari sambungan listrik. Karena itu, para ahli sering mengibaratkan sumber energinya sebagai baterai. Di dalam otak setiap individu, terdapat lima jenis baterai cinta yang letaknya berada di area otak tertentu.
BACA JUGA:Baim Wong Bantah Dimas Seto Jadi Orang Ketiga dalam Rumah Tangganya dengan Paula Verhoeven
BACA JUGA:Perjalanan Cinta Paula Verhoeven dan Baim Wong, Dari Awal Bertemu Hingga Gugatan Cerai
Jenis baterai cinta itu terdiri dari kata-kata pendukung (words of affirmation), waktu berkualitas (quality time), sentuhan fisik (physical touch), pelayanan (acts of service), serta menerima hadiah (receiving gifts).
“Rasa aman dan nyaman seseorang dalam sebuah hubungan berbanding lurus dengan isi baterai cintanya. Jika baterai ini terisi penuh, seseorang akan merasa sangat nyaman berada di dekat pasangan atau orang tuanya,” imbuhnya.
Selain Aisah, Deep Talk Session Ketika Cinta Lelah: Menemukan Kembali Soulmate dalam Pernikahan juga menghadirkan Paula Verhoeven.
Dalam sesi Heart to Heart, ibu dua anak itu membagikan tip meraih ketenangan dalam keluarga, berdasarkan pengalaman yang diperoleh dalam hidupnya. Termasuk, ketika banyak orang yang menyoroti kehidupan pribadinya sebagai public figure.
BACA JUGA:Konflik yang Sebabkan Baim Wong dan Paula Verhoeven Cerai, Ada Indikasi Orang Ketiga
BACA JUGA:Baim Wong Gugat Cerai Paula Verhoeven setelah 6 Tahun Menikah

PAULA VERHOEVEN membagikan pengalamannya dalam pernikahan dalam sesi Heart to Heart pada Minggu, 25 Januari 2026.-Ilmi Bening-Harian Disway
“Satu hal yang pasti adalah kita tidak bisa mengendalikan penilaian masyarakat. Oleh karena itu, yang bisa saya kendalikan hanyalah bagaimana saya merespons dan menentukan tindakan saya sendiri,” ungkap Paula.
Perempuan kelahiran Semarang itu menambahkan bahwa kuncinya adalah menyerahkan masalah hidup hanya kepada Allah sembari mengupayakan yang terbaik. Sebab, manusia tidak sendiri hidup di dunia yang sementara ini. Ada Allah yang selalu menemani setiap langkah manusia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: