Aisah Dahlan di SAIM: PR Picu Ketegangan Orang Tua dan Anak
Aisah Dahlan saat memberikan materi di acara Parenting Family Role in Modern Parenting Session yang digelar di Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) East 2, Surabaya, 26 Januari 2026 . -Foto: Dokumentasi SAIM-
SURABAYA, HARIAN DISWAY – Ini sering terjadi di keluarga. Orang tua uring-uringan kepada anaknya gara-gara tugas sekolah atau pekerjaan rumah (PR). Ahli parenting dr Aisah Dahlan menyarankan sekolah tidak lagi memberikan PR kepada siswa.
”Tekanan yang berlebihan membuat proses belajar kehilangan makna,” ujar Aisah Dahlan pada acara Parenting Family Role in Modern Parenting Session yang digelar di Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) East 2, Surabaya, 26 Januari 2026 .
Dia mengapresiasi SAIM yang memiliki kebijakan tidak memberikan PR kepada siswa. Hal tersebut efektif untuk menghindarkan stres pada anak.
Acara tersebut dihadiri oleh ribuan orang tua murid dari playgroup hingga SMA. Hadir juga founder SAIM Dr M Sulthon Amien MM dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji.
BACA JUGA:Pekan Raya SAIM 2025 Jadi Momentum Bonding Orang Tua dan Anak, FORSAIM Jadi Motor Utama
Aisah Dahlan mengajak para orang tua memahami cara kerja otak anak dalam proses belajar dan pembentukan karakter. Dengan pendekatan neurosains yang lugas dan membumi, ia menjelaskan bahwa menasihati anak dalam kondisi emosi yang tegang tidak akan efektif.
“Ketika otak bagian bawah berada dalam kondisi stres, respons anak hanya tiga: melawan, menghindar, atau diam,” kata Aisah.
Dalam kondisi tersebut, pesan apapun yang disampaikan orang tua tidak akan sampai ke otak depan. Padahal otak depan merupakan bagian yang berperan dalam berpikir dan membentuk karakter.
“Ilmu hanya bisa masuk saat anak merasa aman dan tenang,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Aisah, orang tua perlu memahami perbedaan perkembangan otak anak laki-laki dan perempuan. Anak perempuan cenderung seimbang sejak dini. Sementara anak laki-laki baru mencapai keseimbangan sekitar usia 18 tahun. Karena itu, anak laki-laki membutuhkan lebih banyak ruang bermain.
“Bermain adalah cara belajar anak laki-laki,” ujarnya.

Ahli Parenting dr Aisah Dahlan menyampaikan materi tentang parenting di SAIM. -Foto: Dokumentasi SAIM-
Kesabaran orang tua, menurutnya, bukan sekadar menahan emosi. Namun, kata Aisah, orang tua harus berikhtiar aktif untuk memahami, tidak menghakimi, dan terus mencari solusi. “Kesabaran inilah yang menguatkan sambungan otak anak dan membentuk karakter jangka panjang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: