Menyoal Klaim Indonesia Bangsa Paling Bahagia
ILUSTRASI Menyoal Klaim Indonesia Bangsa Paling Bahagia.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Respons yang cukup bijaksana. Harapannya bisa menghindari skeptisisme publik. Apalagi, saat ini bangsa Indonesia masih dalam situasi berkabung atas korban bencana banjir yang melanda Aceh dan Sumatera. Selain juga, masih banyak suara ketidakpuasan dari daerah bencana yang menganggap pemerintah pusat terlalu lambat dalam penanganan dampak bencana.
Bung Hatta pernah mengatakan, ”Indonesia merdeka bukan tujuan akhir kita. Indonesia merdeka hanya syarat untuk hanya bisa mencapai kebahagiaan dan kemakmuran rakyat.”
Maksud kata ”kebahagiaan” dalam kalimat Bung Hatta tersebut sudah tentu bukan yang dimaksud dalam survei GFS. Menganggap konsep kebahagiaan yang dimaksud GFS sama dengan yang dikatakan Bung Hatta sama saja dengan mengatakan: cukup sampai di sini pembangunan untuk Indonesia, rakyat sudah bahagia. Itu sebuah kekonyolan.
PENUTUP
Sikap paling bijaksana bagi pemerintah dalam merespons survei adalah menempatkan sebagai potensi dan keunggulan. Itu adalah modal dasar pembangunan. Bahwa sesungguhnya bangsa Indonesia adalah bangsa tangguh sejak dari dulu. Nilai-nilai sosial budaya yang terawat hingga hari ini telah menjaga Indonesia terhindar dari fenomena semacam negara-negara Balkan yang terpecah-pecah karena ketimpangan ekonomi. (*)
*) Mohammad Rozi, site supervisor at King Edward Private School of Birmingham, alumnus antropologi, UGM, dan diaspora, tinggal di Birmingham, UK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: