Soal Prabowo Bertemu Tokoh Oposisi, Mensesneg: Nggak Ada Yang Oposisi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan surat tersebut kini sedang diproses oleh pemerintah.--Anisha Aprilia
HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto dilaporkan menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah tokoh masyarakat dan figur yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah di kediamannya.
Pertemuan tersebut diadakan di kediaman pribadainya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu, 1 Februari 2026. Pertemuan ini mempertegas gaya kepemimpinan Prabowo yang mengedepankan komunikasi politik inklusif dan merangkul berbagai elemen bangsa.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan bahwa agenda ini merupakan bentuk keterbukaan Presiden dalam menyerap aspirasi. Ia menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut hanya ditujukan bagi kelompok oposisi.
"Ndak ada yang oposisi. Itu tokoh-tokoh masyarakat juga. Bapak Presiden terbuka untuk berdialog menerima masukan," ujar Prasetyo Hadi kepada awak media.
BACA JUGA:Istana Ungkap Identitas Tokoh yang bertemu Prabowo di Kertanegara, Tegaskan Bukan Oposisi
BACA JUGA:Mensesneg: Pertemuan Prabowo dan Tokoh Oposisi di Luar Agenda Partai
Prasetyo mengatakan dalam diskusi tersebut, Presiden memaparkan capaian program pemerintah selama satu tahun terakhir yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya adalah pakar politik BRIN Prof. Siti Zuhro yang membahas masalah kepemiluan, serta mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji yang berdialog mengenai penegakan hukum.
"Beliau menjelaskan program-program yang dalam satu tahun beliau jalankan semua berorientasi untuk kepentingan rakyat, berorientasi untuk kepentingan bangsa dan negara," tambah Prasetyo.
Senada dengan Mensesneg, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa pertemuan berlangsung di Kertanegara tanpa kehadiran ketua umum partai politik. Menurutnya, pertemuan ini adalah sinyal kuat bahwa sekat-sekat politik mulai mencair melalui komunikasi yang intens.
BACA JUGA:Megawati Tegaskan PDI Perjuangan Bukan Oposisi atau Koalisi
"Yang pasti tokoh-tokoh nasional itu menunjukkan bahwa tidak ada oposisi. Ini masalah komunikasi, sudah terjalin," tegas Sjafrie. Ia juga menambahkan bahwa para tokoh yang hadir membawa misi untuk "membawa kedaulatan rakyat kembali" melalui jalur dialog konstruktif dengan pemerintah.
Pertemuan ini menjadi sorotan publik karena dilakukan di tengah upaya pemerintah memperkuat stabilitas nasional di tahun kedua masa jabatan Presiden Prabowo.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: