Setelah Denada Akui Ressa Anak Kandungnyi: Watak Anak Terungkap
ILUSTRASI Setelah Denada Akui Ressa Anak Kandungnyi: Watak Anak Terungkap.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Pertama, Rico selama ini tidak tahu Ressa anak Denada. Setahunya, Ressa anak Dino dan istrinya, Ratih. Mereka mukim di Banyuwangi. Barulah, Juni 2025 Rico di-WA Ratih, memberitahukan Ressa anak Denada. Rico mengaku kaget. Kok bisa? Siapa bapaknya?
Rico di Instagram: ”Tante Ratih tahu bapaknya Ressa, tetapi beliau tidak memberikan identitasnya ke saya.”
Rico konfirmasi hal itu kepada Denada. Denada juga tidak mengungkap identitas bapaknya Ressa. ”Saat saya membicarakan itu, Kak Dena kelihatan sedih, tertekan, emosional, dan minta saya jangan bicara itu,” ujar Rico.
Kedua, Rico mengungkap latar belakang Ressa. Bahwa Emilia menyayangi semua keluarga besar, termasuk Ressa. Jika keluarga besar melancong ke luar negeri, Ressa selalu diajak. Selama wisata di luar negeri, Emilia memberikan uang buat Ressa jalan-jalan, belanja-belanja.
Menurut Rico, sebelum gugatan Ressa didaftarkan ke PN Banyuwangi, Ressa konflik dengan keluarga Dino-Ratih (ortu asuhnya). Lalu, Ressa meninggalkan rumah masa kecilnya, rumah milik Dino.
Ressa bukannya pergi, lalu mengontrak rumah, tidak. Melainkan, tinggal di bangunan milik Emilia di Jalan Gajah Mada itu. Dan, itu dibolehkan keluarga besar Emilia.
Rico: ”Perlu saya infokan, yang disebut Ressa ia tinggal di bekas gudang milik mama saya, bisa menimbulkan anggapan buruk masyarakat.”
Dijelaskan, dulu Emilia membeli sebidang lahan dan rumah cukup luas di Jalan Gajah Mada itu. Di sana ada rumah induk, juga ada beberapa paviliun. Tujuannya untuk keluarga besar berkumpul. Nah, di salah satu paviliun itulah Ressa kini bermukim.
Rico: ”Itu bukan gudang, ya. Itu paviliun. Bersih. Besar. Ada kamar. Ada ruang tamu. Ada halaman cukup luas. Ada TV. Pun, Ressa boleh tinggal di situ karena ia keluarga kami.”
Dilanjut: ”Soal Ressa digaji mama Rp2,5 juta, karena almarhumah mama sayang pada Ressa. Begitulah cara mama mendidik kami anak-anaknya, harus kerja, dilarang manja. Itu pula yang diterapkan mama kepada Ressa.”
Dari dua hal utama yang diungkap Rico, ia menyatakan sedih dan kasihan kepada Denada. Menurutnya, tidak seharusnya Denada menerima tekanan psikologis itu. Denada sudah melahirkan Ressa, tapi bapaknya Ressa kabur, tidak tanggung jawab. Tidak berani muncul ke publik, menyatakan ia bapaknya Ressa. Lelaki itu ngumpet selama seperempat abad ini. Sampai kasus ini meledak.
Menurut Rico, seharusnya ayah wajib memberikan nafkah kepada anak-anaknya. Merawatnya, mendidik, menyayangi, dan diketahui publik.
Rico menyesalkan sikap Ratih: ”Tante Ratih yang mengatakan tahu bapaknya Ressa, bukannya meminta pertanggungjawaban lelaki itu. Tante malah membiarkan Kak Dena, yang keponakannya sendiri, jadi sasaran Ressa.”
Sampai di sini, konstruksi kasus itu terang benderang. Rico menggambarkan secara utuh latar belakangnya. Rico sekaligus mengungkap sekilas karakter Ressa yang keponakannya sendiri.
Dari ungkapan tersebut, Ressa pasti ogah menggugat ayahnya meski ia tahu identitasnya. Sebab, tak berduit (buktinya, ayah tidak tanggung jawab). Setidaknya, Ressa mengalkulasi, ayahnya mustahil mampu membayarnya Rp7 miliar. Kalau Denada, mungkin bisa. Maka, ia menggugat Denada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: