Rafah, Gerbang Gaza ke Dunia Luar, Akhirnya Dibuka: Warga Akhirnya Bisa Berobat
ANAK-ANAK PALESTINA menunggu di gerbang Rafah sebelum menuju ke Mesir untuk berobat, 2 Februari 2026.-Bashar Taleb-AFP-
Gerbang Rafah, satu-satunya pintu Gaza ke dunia luar yang tidak mengarah ke Israel, akhirnya kembali menggeliat. Setelah hampir dua tahun perang dan penutupan yang seolah tanpa akhir, lintasan perbatasan Gaza–Mesir itu mulai dibuka secara terbatas, Senin, 2 Februari 2025.
ADALAH sekitar 150 warga Palestina yang merasakan pembukaan pertama itu. Mereka diizinkan keluar dari Gaza. Selain itu, ada 50 orang lagi yang diizinkan masuk oleh Israel.
Itu klop dengan skema yang disebutkan otoritas Mesir. Yakni, ada 50 pasien Gaza yang mereka terima, masing-masing didampingi dua orang. Lalu, ada 50 orang yang masuk kembali ke Gaza.
Pembukaan itu terjadi datang di tengah jeda peperangan. Jeda yang rapuh, sejatinya. Sebab, akhir pekan lalu, pertahanan sipil Gaza melaporkan puluhan korban tewas akibat gelombang serangan Israel.
BACA JUGA:Israel Buka Kembali Perlintasan Rafah untuk Penduduk Gaza
BACA JUGA:Israel Akhirnya Akui 70.000 Warga Gaza Tewas Dalam Operasi Militer Mereka
Militer Israel menyebut serangan itu sebagai balasan atas keluarnya delapan pejuang Palestina dari sebuah terowongan di Rafah. Insiden itu dinilai melanggar gencatan senjata.
Memang, saat gejolak politik dan aksi militer masih bergerak, Rafah kerap menjadi persimpangan antara harapan dan pembatasan bagi warga Gaza.
Mahmud, 38, pasien leukemia dari Kota Gaza, termasuk yang beruntung memperoleh izin berangkat berobat ke Mesir bersama saudarinya. “Di Gaza, tidak ada pengobatan dan tidak ada kehidupan. Tentu saya beruntung, tetapi saya tetap sedih karena ayah dan ibu saya masih di Gaza,” ujarnya kepada kantor berita Agence France-Presse.
Kalimat Mahmud menggambarkan paradoks Rafah. Gerbang itu sudah dibuka meski belum semuanya. Dan di dalam Gaza, penderitaan warga masih menganga lebar.

BOCAH-BOCAH GAZA bersama pendamping mereka melambai di dalam bus, 2 Februari 2026.-Bashar Taleb-AFP-
Dari sisi pengelolaan masyarakat sipil, Ali Shaath, kepala komite teknokrat Palestina yang mengurusi tata kelola harian Gaza, menyebut pembukaan Rafah sebagai “jendela harapan” bagi warga.
Ya, jendela. Bukan pintu lebar. Belum menjadi gerbang terbuka.
Sebab sejak Israel mengambil alih lintasan itu pada Mei 2024 dalam perang melawan Hamas, Rafah praktis terkunci. Baru Minggu, 1 Februari 2026, gerbang itu dibuka bertahap. Tapi, belum ada orang yang boleh melintas. Itu pun karena desakan berbulan-bulan dari kelompok bantuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: