Israel Akhirnya Akui 70.000 Warga Gaza Tewas Dalam Operasi Militer Mereka
Seorang pria di Gaza yang sedang menggendong mayat seorang anak yang tewas akibat serangan udara Israel di sekitar lokasi rumah sakit Al Ahli Arab. -Dawoud Abu Alkas-Reuters
HARIAN DISWAY -- Militer Israel untuk pertama kalinya mengakui bahwa sekitar 70.000 orang telah tewas di Gaza selama perang Israel -Hamas dari tahun 2023-2025 berlangsung.
Pengakuan ini menandai perubahan sikap yang signifikan setelah lebih dari dua tahun menyangkal dan meragukan data korban jiwa yang dirilis otoritas Palestina.
Seorang pejabat senior militer Israel menyampaikan kepada wartawan pada Kamis, 29 Januari 2026 bahwa pihak angkatan bersenjata kini menerima estimasi angka kematian tersebut.
Angka ini mendekati data resmi Kementerian Kesehatan Gaza. Per 27 Januari 2026, kementerian mencatat setidaknya 71.662 orang tewas sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023.
Meski mengakui jumlah total korban, militer Israel tidak merincikan terkait jumlah komposisi korban tersebut. Mereka tidak mengakui bahwa mayoritas korban adalah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak seperti yang selama ini dilaporkan oleh pihak Palestina dan lembaga internasional.
BACA JUGA:Media Israel Sorot Gejolak PBNU, Desakan Mundur Gus Yahya Jadi Perhatian Internasional
BACA JUGA:Indonesia Resmi Bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza, Satu Grup Dengan Israel
Selama dua tahun terakhir, Israel secara konsisten menolak data dari Gaza, menyebutnya sebagai angka yang dimanipulasi atau dibesar-besarkan.
Namun, Sultan Barakat, profesor senior kebijakan publik di Hamad Bin Khalifa University, menilai bahwa perubahan sikap Israel kali ini adalah langkah strategis Israel di tengah tekanan internasional yang tengah dihadapinya.
"Pengakuan parsial ini dapat membantu menjaga kredibilitas institusi dan menunjukkan keseriusan kepada mitra kunci, terutama pemerintah Amerika Serikat dan Eropa," ujar Barakat seperti yang dikutip dari media Al Jazeera.
Selain itu, langkah kebijakan ini dinilai sebagai upaya kalibrasi ulang strategi Israel untuk menghadapi proses hukum mendatang serta mengalihkan fokus perdebatan global dari "Isu Genosida” menjadi "siapa yang bertanggung jawab" atas kematian sejumlah besar dari kematian tersebut.
BACA JUGA:Israel Kembali Serang Gaza, 104 Orang Tewas
Sejumlah insiden sebelumnya juga memperlihatkan pola penyangkalan Israel yang berujung pada pengakuan diam-diam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: al jazeera