Bill dan Hillary Clinton Turut Akan Beri Kesaksian dalam Kasus Epstein

Bill dan Hillary Clinton Turut Akan Beri Kesaksian dalam Kasus Epstein

Potret Mantan Presiden AS, Bill Clinton dan Hillary Clinton-A. Lynn-The Washington Post

HARIAN DISWAY -- Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akhirnya menyetujui untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan Kongres AS terkait terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

​Kesepakatan ini diambil pada Senin 2 Februari 2026 malam waktu setempat, hanya beberapa saat sebelum kongres dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk menjatuhkan tuduhan penghinaan terhadap Kongres (contempt of Congress) kepada pasangan politisi Demokrat tersebut.

​Seperti dilansir AP News, tim pengacara keluarga Clinton menawarkan agar Bill Clinton menjalani wawancara transkrip selama empat jam mengenai hal-hal yang berkaitan dengan investigasi dan penuntutan Epstein. Sementara itu, Hillary Clinton ditawarkan untuk memberikan pernyataan di bawah sumpah.

​Namun, Ketua Komite Pengawas Kongres AS dari Partai Republik, James Comer, menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum sepenuhnya final. Ia menekankan bahwa keluarga Clinton tidak berada dalam posisi untuk mengatur ketentuan dari panggilan resmi Kongres.

BACA JUGA:Dokumen Penting Terkait Jeffrey Epstein Terungkap, Ada Keterlibatan Dua Mantan Presiden AS

BACA JUGA:Watak Imperialis Amerika Serikat yang Tak Pernah Berubah

​"Keluarga Clinton tidak bisa mendikte ketentuan dari surat panggilan (subpoena) yang sah," ujar Comer.

​Langkah keluarga Clinton ini muncul setelah berbulan-bulan menolak panggilan yang dilayangkan oleh panel pengawas sejak Agustus lalu. Penyelidikan ini dipimpin oleh Partai Republik yang kembali menyoroti hubungan Bill Clinton dengan Epstein sebagai titik fokus investigasi.

​Bill Clinton diketahui memiliki hubungan sosial yang terdokumentasi dengan Epstein pada akhir 1990-an dan awal 2000-an, termasuk perjalanan menggunakan pesawat pribadi sang miliarder. Meski demikian, Bill Clinton tidak pernah dituduh melakukan kesalahan pidana atau kejahatan seksual dalam interaksinya dengan mendiang Epstein.

​Pihak keluarga Clinton tetap mengkritik langkah Comer dan menyebut penyelidikan ini bermuatan politis. Mereka menilai upaya ini gagal meminta pertanggungjawaban pemerintahan Donald Trump atas keterlambatan produksi berkas kasus Epstein dari Departemen Kehakiman.

BACA JUGA:Amerika Serikat Sheriff Dunia: Ketika Tombstone Bertemu Geopolitik Kontemporer

BACA JUGA:Gagal di Timur Tengah, AS Bidik Amerika Latin

​Jeffrey Epstein sendiri ditemukan tewas bunuh diri di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks.

​Meski menilai langkah ini politis, sembilan dari 21 anggota Demokrat di komite tersebut bergabung dengan Partai Republik untuk mendukung transparansi penuh dalam penyelidikan kasus Epstein, termasuk pemanggilan terhadap Bill Clinton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: the associated press