Kampung Pecinan Tambak Bayan Bersolek Sambut Imlek 2026, Susun Lini Masa Autentik

Kampung Pecinan Tambak Bayan Bersolek Sambut Imlek 2026, Susun Lini Masa Autentik

Suseno dan Piyono berfoto di area Kampung Tambak Bayan yang penuh dekorasi Imlek 2026.- R. Khansa Pandya Amorta - Harian Disway


KEGUYUBAN masyarakat Kampung Pecinan Tambak Bayan mempersiapkan Perayaan Imlek pada Selasa, 3 Februari 2026. - R. Khansa Pandya Amorta - Harian Disway

Saat perayaan Imlek, menurut Seno ada orang-orang dari luar Tambak Bayan yang turut bergabung. Bahkan pernah ada tamu dari mancanegara yang berkunjung. 

Tahun ini, Tari Remo dan Barongsai akan berlangsung pada 17 Februari 2026. Rencananya, akan digelar pertunjukan wayang kulit oleh dalang Ki Ompong Sudarsono pada malam harinya.

BACA JUGA:Wisatawan Hongkong Rayakan Imlek di Tambak Bayan

BACA JUGA:10 Ucapan Imlek 2026 Bahasa Mandarin, Inggris, dan Indonesia untuk WhatsApp

Tari Remo akan dibawakan oleh anak-anak dan remaja dari Sanggar Omah Ndhuwur. Abdoel Semute, pendiri Sanggar Omah Ndhuwur, menambahkan bahwa penampil sudah berlatih menari tradisional sejak awal Desember.

“Nantinya akan ada 55 anak yang menampilkan tarian tradisional," katanya. Abdoel berharap, anak-anak yang turut memeriahkan Imlek di Tambak Bayan bisa merasakan indahnya toleransi.

"Ikut merayakan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, tanpa memandang suku, agama, dan ras adalah tindakan mulia dalam kehidupan berbangsa serta bernegara,” tegasnya.

Secara tradisi, beberapa warga merayakan Imlek di Tambak Bayan dengan sembahyang di rumah masing-masing, baik pada pagi maupun sore hari. Setelah sembahyang, warga akan makan bersama keluarga. 

BACA JUGA:Pemerintah Siap Gelar Imlek Festival Perdana 2026, Usung Tema 'Harmoni Nusantara'

BACA JUGA:Imlek 2026 Bawa Energi Baru, Begini Prediksi Keuangan di Tahun Kuda Api

Saat Imlek, warga akan saling berkunjung untuk berbagi angpao atau makanan manis, ini sesuai filosofi tradisional bahwa makanan manis akan mendatangkan rejeki yang manis juga.

Biasanya, saat Imlek, warga sengaja membuka pintu rumah mereka sebagai tanda bahwa mereka menyambut para tamu dan tetangga yang berkunjung. 

Biasanya juga, berbagai komunitas Tionghoa dan yayasan Islam menyambangi Tambak Bayan untuk melakukan aksi bakti sosial. “Biasanya mereka memberikan bantuan berupa sembako,” terang Piyono.

Keguyuban dan hangatnya toleransi itulah yang terus ia jalarkan di Kampung Pecinan Tambak Bayan. Terutama, kepada generasi mudanya. Apalagi, penduduk kampung juga beragam, ada banyak suku dan agama. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: