Kampung Pecinan Tambak Bayan Bersolek Sambut Imlek 2026, Susun Lini Masa Autentik
Suseno dan Piyono berfoto di area Kampung Tambak Bayan yang penuh dekorasi Imlek 2026.- R. Khansa Pandya Amorta - Harian Disway
SURABAYA, HARIAN DISWAY - Sebagai kampung pecinan yang sudah ada di Surabaya sejak sekitar abad ke-13 Masehi, Tambak Bayan tak pernah melewatkan Imlek begitu saja. Sejak Januari lalu, kampung yang terletak di Kelurahan Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, itu sudah berbenah.
Suseno, wakil ketua RT Kampung Tambak Bayan, mengungkapkan bahwa warga menghias kampung dan depan rumah masing-masing untuk menyambut Imlek.
Sadar bahwa kampung mereka akan menjadi jujukan, ia mengajak warganya mengecat ulang pilar-pilar dan tembok rumah secara bertahap.
“Meskipun wacana perayaan sudah ada sejak Desember, pelaksanaanmua baru bisa diintensifkan sekarang karena menyesuaikan jadwal rekan-rekan dari Institut Seni Tambak Bayan (ISTB) yang sedang banyak proyek,” ujarnya kepada Harian Disway Selasa, 3 Februari 2026.
BACA JUGA:CULIT 2025 Angkat Lagi Isu Sengketa Tanah di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya
BACA JUGA:CULIT 2025 Ungkap Seni, Sejarah, dan Budaya di Kampung Pecinan Tambak Bayan Surabaya
ISTB adalah komunitas yang mendampingi dan memperjuangkan Kampung Pecinan Tambak Bayan agar memperoleh legalitas lahan tempat tinggal. Jalur yang mereka pakai adalah seni budaya.
Sampai sekarang, ISTB masih menjadi motor penggerak aktivitas kreatif di kampung tersebut. Khususnya, saat Imlek.
“Lampion-lampion ini diinisiasi dan disumbangkan oleh komunitas ISTB. Warga antusias bergotong-royong mendekorasi dan mempersiapkan segala sesuatunya. Kami semua saling mengisi dan bekerja sama,” ucap Piyono, ketua RT Kampung Tambak Bayan.
Dekorasi Imlek tahun ini didominasi bunga-bunga. Secara filosofis, bunga menggambarkan kebahagiaan. Selain itu, warga juga memasang rangkaian angpao lama yang diikat dengan benang bol (benang kasur).
BACA JUGA:Tradisi Imlek Bersemi di Kampung Tambak Bayan
BACA JUGA:Tiga Seniman Jepang Tampilkan Barongsai Kontemporer di Pecinan Tambak Bayan
“Selain dekorasi fisik, warga bersama komunitas sedang merencanakan pembuatan lini masa sejarah kampung," terang Seno.
Lini masa yang dihimpun dari keterangan dan kesaksian, serta ingatan warga itu akan menjadi harta Kampung Pecinan Tambak Bayan. Lini masa itu menjadi rujukan autentik keberadaan masyarakat Tionghoa di Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: