Kebijakan Anyar Tiongkok Tingkatkan Keamanan Mobil: Tak Boleh Lagi Gagang Tersembunyi
MOBIL XPENG dipajang di depan markas mereka di Guangzhou, Provinsi Guangdong, 5 November 2025.-JADE GAO-AFP-
Pemerintah Tiongkok akan melarang penggunaan gagang pintu mobil tersembunyi mulai tahun depan. Kebijakan itu sekaligus menandai berakhirnya era desain minimalis yang selama ini dipopulerkan Tesla. Aturan itu diumumkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok. Akan mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
REGULASI itu mewajibkan setiap pintu kendaraan dilengkapi mekanisme pembuka mekanis. Baik di luar atau dalam mobil.
Model-model yang sudah mendapatkan izin edar akan diberi masa transisi dua tahun untuk menyesuaikan diri.
Secara formal, aturan itu berlaku untuk seluruh kendaraan. Namun, dampak terbesarnya akan dirasakan oleh segmen mobil listrik. Sebab, gagang pintu ’’tersembunyi’’ itu memang lebih banyak digunakan pada kendaraan tersebut.
BACA JUGA:Mobil Listrik Tiongkok Melonjak 40 Persen
Secara teknis, pemerintah Tiongkok menyebut kebijakan ini bertujuan meningkatkan tingkat desain keselamatan otomotif.
Dalam beberapa tahun terakhir, kekhawatiran publik terhadap aspek keselamatan meningkat. Desain pintu yang ramping dan aerodinamis memang mengurangi hambatan angin. Tetapi berisiko tidak dapat dioperasikan ketika terjadi kecelakaan.
Kekhawatiran itu mencuat setelah sebuah insiden di Chengdu pada Oktober 2025. Saat itu, petugas penyelamat gagal membuka pintu mobil listrik Xiaomi yang terbakar. Pengemudi, yang diduga mabuk, akhirnya tewas.
Dari perspektif ekonomi industri, larangan itu memang bukan hanya soal desain. Ia adalah sinyal. Bahwa Tiongkok menempatkan dirinya bukan hanya sebagai pasar. Negeri itu adalah pembentuk standar global.

GAGANG PINTU AERODINAMIS milik Tesla Model Y yang diminati khalayak. Tahun depan, gagang seperti itu tidak boleh digunakan di seluruh kendaraan di Tiongkok.-PEDRO PARDO-AFP-
Bill Russo, pendiri konsultan Automobility yang berbasis di Shanghai, menyebut bahwa Tiongkok kini semakin bertindak sebagai pembuat aturan. Bukan sekadar mengikuti aturan. Terutama dalam regulasi electric vehicle (EV) dan kendaraan cerdas.
Menurut Russo, kecenderungan ini sebelumnya sudah terlihat dalam standar keselamatan baterai dan sistem pembaruan jarak jauh (remote updating). Ia memperkirakan regulasi baru tentang gagang pintu akan “bergema” di luar negeri. Terutama di Eropa. Sebab, platform kendaraan Tiongkok memang menjadi acuan desain mobil listrik global.
Implikasi bagi produsen otomotif global tidak sederhana. Perusahaan seperti Tesla, Kia, dan produsen mapan lainnya menjual kendaraan di banyak wilayah dengan desain global yang relatif seragam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: