Yamaha M1-V4 Toprak Tanpa Winglet di Tes Sepang, Ini Penjelasan Teknisnya

Yamaha M1-V4 Toprak Tanpa Winglet di Tes Sepang, Ini Penjelasan Teknisnya

Toprak Razgatlioglu, saat pengujian Sepang 2026, terlihat buritan motor M1-V4 tanpa ada winglet tambahan. --Twitter Mat Oxley @matoxley

HARIAN DISWAY - Motor Yamaha M1-V4 milik Toprak Razgatlioglu tampil tanpa winglet buritan selama Tes Sepang MotoGP 2026, memicu tanda tanya besar di kalangan penggemar. Keputusan tersebut ternyata bukan soal performa semata, melainkan hasil kompromi yang rumit antara ergonomi pembalap, aerodinamika, dan regulasi teknis FIM yang sangat ketat.

Tidak dipungkiri lagi, Toprak Razgatlioglu (Yamaha Pramac Racing) menjadi daya tarik baru di MotoGP 2026 sepanjang sesi Shakedown (29–31 Januari) dan Official Test (3–5 Februari) di Sirkuit Sepang.

Namun, ada satu pemandangan teknis yang membuat penggemar bertanya-tanya. Mengapa motor Yamaha M1-V4 milik Toprak tampil “polos” tanpa winglet buritan (yang sering dijuluki stegosaurus atau sayap belakang), sementara pembalap Yamaha lainnya tetap menggunakan perangkat tersebut?

Di MotoGP, penggunaan winglet buritan memiliki peran yang sangat penting. Fungsi utamanya adalah meningkatkan beban di roda belakang saat pengereman, sehingga pengendara dapat memanfaatkan rem belakang secara lebih optimal untuk menghentikan motor dengan lebih stabil.

Dengan postur tubuh Toprak yang menjulang tinggi, mencapai 182 cm, muncul pertanyaan: apakah tinggi badannya sudah cukup berperan sebagai penambah downforce saat pengereman belakang?

Ternyata, penjelasannya jauh lebih kompleks dan sangat teknis. Penjelasan utamanya berkaitan langsung dengan regulasi teknis MotoGP.

BACA JUGA:Quartararo Patah Jari di Sepang, Yamaha M1-V4 Dihantui Tanda Tanya

BACA JUGA:Senjata Rahasia Yamaha M1-V4: Winglet Kotak dan Swing-arm Baru yang Menjanjikan

Kunci dari misteri ini terletak pada Regulasi Aerodinamika dan Dimensi MotoGP yang tertua dalam pasal 2.4.4 peraturan FIM. Dalam aturan tersebut, terdapat batasan ketat terkait dimensi bagian belakang motor.

Disebutkan bahwa jarak maksimum dari dasar jok (tidak termasuk seat pad atau pelapis) ke titik tertinggi bagian buritan atau winglet tidak boleh melebihi 150 mm atau 15 cm.

Agar Toprak bisa merasa lebih “menyatu” dengan motor dan tidak terlalu menonjol di atas motor (yang dapat merusak aerodinamika secara keseluruhan), maka teknisi Yamaha harus menyesuaikan posisi duduknya.


Toprak Razgatlioglu, saat foto sesi di peluncuran tim Yamaha Pramac Racing pada Januari 2026--Twitter M Sports @MSports_all

Solusinya adalah dengan menurunkan dasar jok (alas jok) beberapa milimeter agar posisi duduk Toprak lebih rendah dan masuk ke dalam motor.

Jika Yamaha tetap memaksakan penggunaan winglet buritan standar seperti yang dipakai Fabio Quartararo atau Alex Rins, maka total buritan tinggi berpotensi melampaui batas regulasi 150 mm tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: