Bulega Bicara Terbuka: Pasar MotoGP 2027 Lebih Kejam dari Sebelumnya

Bulega Bicara Terbuka: Pasar MotoGP 2027 Lebih Kejam dari Sebelumnya

Dari Kiri: Nicolo Bulega dan Toprak Razgatlioglu, saat keduanya bertemu di sesi tes pasca musim 2025 Valencia, November 2025--Twitter Krampon F1 @F1Krampon

HARIAN DISWAY - Pasar pembalap MotoGP memasuki fase brutal dan tanpa kompromi. Pergerakan besar mulai terjadi, kursi pabrikan diperebutkan lebih awal, dan Ducati disebut siap mengambil keputusan ekstrem yang bisa mengubah peta kekuatan MotoGP 2027 secara drastis.

Bursa transfer pembalap MotoGP bergerak sangat cepat. Fabio Quartararo dikabarkan menuju Honda, Yamaha menunjuk Jorge Martin, sementara Pedro Acosta disebut-sebut akan merapat ke Ducati.

Masuknya Acosta bahkan jadi solusi untuk menggantikan Francesco Bagnaia sebagai rekan setim Marc Marquez. Langkah ini dinilai sebagai keputusan tanpa kompromi dari petinggi Ducati, menyusul musim 2025 yang mengecewakan bagi Bagnaia.

Dalam wawancara dengan sejumlah media, termasuk GPOne , Nicolo Bulega menegaskan kembali bahwa tujuannya adalah mengendarai Ducati Desmosedici pada MotoGP 2027.

Namun, ia menyadari bahwa pasar balap telah berubah, dengan sejumlah nama besar mulai bergerak lebih awal. Bulega membayangkan akan ada “gelombang kedua” dalam waktu dekat.

Sebagai sesama lulusan akademi balap Valentino Rossi, Bulega turut menanggapi rumor masa depan Bagnaia. Spekulasi menyebutkan bahwa juara dunia MotoGP dua kali itu bisa bergabung dengan VR46 Racing. Meski namanya sendiri juga dikaitkan dengan salah satu kursi tersebut, Bulega menilai Bagnaia seharusnya memprioritaskan tempat di tim pabrikan.

BACA JUGA:Gempa MotoGP: Fabio Quartararo Pilih Honda, Yamaha Kehilangan Ikon

BACA JUGA:Bangkit atau Mati: Yamaha Siapkan Jorge Martin sebagai Wajah Baru Samurai Biru

Pandangan itu sejalan dengan pendapat Jorge Lorenzo, yang menilai Bagnaia sangat cocok bergabung dengan Aprilia. Bulega pun setuju, meski Yamaha juga dikabarkan tertarik merekrut pembalap asal Italia tersebut.

“Saya rasa jika seseorang seperti Pecco tidak memiliki tempat di tim pabrikan Ducati, saya tidak melihat alasan mengapa ia harus bergabung dengan tim Ducati satelit,” ujar Bulega.

“Jika saya berada di posisinya dan tidak mendapatkan kursi di tim pabrikan Ducati, saya akan mencoba perubahan total, mungkin pergi ke Aprilia atau tim lain,” tambahnya.


Dari Kiri: Iker Lecuona dan Nicolo Bulega, saat peluncuran tim Ducati Aruba.it untuk WorldSBK 2026, pada 4 Februari 2026--Twitter Aruba.it Racing-Ducati @ArubaRacing

Terkait dinamika pasar pembalap MotoGP 2027, Bulega menduga Quartararo sebagian termotivasi oleh tawaran gaji besar dari Honda. Sementara itu, Acosta disebut hanya fokus pada peluang untuk menang, dan Jorge Martin yakin tengah mengincar satu kontrak besar terakhir dalam kariernya.

“Quartararo memiliki kontrak besar, dan mungkin hanya Honda yang mampu menawarkan sesuatu yang serupa, sekaligus motor yang kompetitif,” kata Bulega.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: