Jalan Rusak di 18 Kecamatan, Bupati Sidoarjo Subandi Kebut Perbaikan Sebelum Ramadan
Bupati Sidoarjo Subandi, didampingi jajaran Dinas PU BM-SDA Sidoarjo meninjau ruas jalan rusak di Jalan Sidodadi, Kamis, 5 Februari 2026.-Eko Setyawan-Harian Disway
SIDOARJO, HARIAN DISWAY - Persoalan jalan rusak masih menjadi "momok" di Sidoarjo. Sebanyak 18 kecamatan masih menghadapi tantangan tersebut: jalan berlubang yang merata, mulai dari kerusakan ringan hingga parah.
Lubang-lubang menganga dengan kedalaman antara 5 hingga 10 sentimeter. Lebar mencapai satu meter lebih. Kondisi itu tak hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga beresiko mengancam keselamatan pengguna jalan.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis, 5 Februari 2026. Ia menyusuri sejumlah titik krusial. Ia keluar dari kendaraannya untuk memeriksa secara visual kondisi aspal yang terkelupas dan permukaan jalan yang bergelombang.
Dari pantauan di lapangan, mayoritas kerusakan disebabkan oleh pengikisan material akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
"Tidak bisa ditolerir lagi. Menjelang Ramadan dan Lebaran, Sidoarjo harus bebas dari jalan rusak," tegas Subandi yang akrab disapa Cak Bandi. Ia pun langsung meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM-SDA) mempercepat penanganan dengan target rampung sebelum memasuki bulan suci.
BACA JUGA:Dinkes Sidoarjo Ajak Warga Lebih Waspada DBD setelah Pasien Anak Meninggal Dunia
BACA JUGA:Bazar Ranmor Berakhir, Polrestabes Surabaya Tetap Layani Pengambilan Motor
Yang tak kalah krusial, Subandi menekankan penggunaan material berkualitas dalam proses perbaikan. Meminta penggunaan aspal hotmix yang lebih tahan terhadap genangan air dibanding coldmix yang rentan terkikis. "Bukan hanya aspal, batu koral sebagai lapisan dasar juga harus berkualitas. Kalau rusak parah, lapisan lama harus dibongkar total, bukan sekadar ditambal," tegasnya.
Kepala Dinas PU BM-SDA Sidoarjo M. Makhmud, menyatakan telah menyusun strategi dua jalur. Pertama, perbaikan langsung oleh PU di 16 titik prioritas yang tersebar di lima kecamatan: Waru, Sidoarjo Kota, Buduran, Gedangan, dan Sedati. Pengerjaan akan dimulai serentak pekan ini.
Kedua, melalui skema Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) yang bersumber dari APBD kecamatan masing-masing dengan alokasi anggaran bervariasi antara Rp300 juta hingga Rp600 juta per wilayah.
Skema tersebut akan menjangkau 15 titik ruas jalan prioritas di kecamatan lain. Pelaksanaan dijadwalkan mulai pekan depan. "Kami juga tetap membuka kanal darurat untuk penanganan jalan rusak yang bersifat mendesak di luar daftar prioritas," kata Makhmud yang mendampingi bupati selama sidak.
BACA JUGA:Gerakan Gentengnisasi Bagian dari Visi Besar Pariwisata dan Penataan Lingkungan
BACA JUGA:Sambut Ramadan di Verwood Hotel Surabaya, Ada Lebanese Pizza Tanpa Keju!
Lebih jauh, kata dia, terkait Jalan Lingkar Timur, pihaknya membentuk satgas khusus dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi percepatan perbaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: