Motor Quartararo dan Toprak Rusak, Yamaha Kejar Waktu Sebelum GP Thailand

Motor Quartararo dan Toprak Rusak, Yamaha Kejar Waktu Sebelum GP Thailand

Alex Rins, saat pengujian Sepang hari terakhir, pada 5 Februari 2026--Twitter Lambe Rasing @LambeRacing

HARIAN DISWAY - Krisis teknis membayangi Yamaha jelang MotoGP 2026. Masalah mesin, suhu ekstrem, hingga kekurangan tenaga memaksa pabrikan Jepang itu mengambil langkah darurat di tes Sepang, sementara waktu persiapan menuju seri pembuka Thailand terus menipis.

Puncaknya terjadi ketika Fabio Quartararo mengalami balapan pada hari Selasa, 3 Februari 2026. Insiden tersebut terjadi sesaat sebelum pembalap asal Prancis itu memutuskan mundur dari tes akibat cedera jari patah tangan, dan langsung menimbulkan kekhawatiran besar di tim internal Yamaha. Pada awalnya, tim bahkan tidak dapat menemukan penyebab pasti dari masalah tersebut.

Kekhawatiran Yamaha bertambah karena masalah yang belum terdiagnosis itu berpotensi muncul kembali di bagian lintasan berkecepatan tinggi, yang tentu saja dapat membahayakan keselamatan para pembalap. Akibatnya, pintu garasi Yamaha tetap tertutup pada hari kedua tes, sementara para insinyur terus melakukan penyelidikan mendalam.

Menjelang hari tes terakhir pada hari Kamis, Yamaha akhirnya mengkonfirmasi bahwa mereka telah menemukan solusi sementara. Seperti dilansir media The Race , para insinyur Yamaha mengingatkan para pembalap bahwa mereka akan menggunakan tenaga mesin yang dikurangi guna membatasi tekanan pada mesin.

“Untungnya, kami bisa berkendara hari ini, tetapi tanpa terlalu banyak putaran-putar, dengan sangat hati-hati,” ujar Alex Rins, dikutip dari Motorsport ES.

BACA JUGA:Yamaha Diterpa Masalah Kelistrikan, Pramusim MotoGP 2026 Jadi Ujian Nyata

BACA JUGA:Yamaha M1-V4 Toprak Tanpa Winglet di Tes Sepang, Ini Penjelasan Teknisnya

Awalnya, kerusakan diperkirakan hanya terjadi pada mesin Quartararo. Namun, Alex Rins kemudian mengungkapkan bahwa Toprak Razgatlioglu, pembalap Pramac Yamaha, juga mengalami kerusakan mesin.

“Mereka memberi tahu kami bahwa Fabio dan Toprak masing-masing merusak satu mesin. Demi alasan keamanan, mereka ingin membatasi risiko,” ujar Rins.

Rins berharap Yamaha tidak akan menghadapi masalah serupa pada uji coba berikutnya di Buriram, Thailand, yang diadakan berlangsung pertengahan bulan ini.


Toprak Razgatlioglu, saat pengujian hari ketiga Sepang, pada 5 Februari 2026--Twitter Paddock GP @Paddockgp1

“Di Thailand, kami berharap menerima lebih banyak mesin baru sehingga kami bisa berkendara dengan lebih bebas di lintasan,” tambahnya.

Selama tes di Sepang, para pembalap harus menghadapi suhu udara di atas 30 derajat Celcius, yang diduga memperparah masalah teknis Yamaha. Situasi ini menjadi semakin mengecewakan karena balapan pembuka musim di Thailand dikenal sebagai salah satu seri terpanas dalam kalender MotoGP.

Mengelola suhu mesin yang diprediksi akan menjadi tantangan besar, tidak hanya di Thailand, tetapi juga di beberapa seri lainnya. Sumber di paddock mengungkapkan bahwa Yamaha mengalami “masalah teknis pada baterai”, dengan suhu panas Malaysia menjadi salah satu faktor pemicu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: