Heboh Temuan 21 Karung Cacahan Uang di Bekasi: Prosesnya Berentet
ILUSTRASI Heboh Temuan 21 Karung Cacahan Uang di Bekasi: Prosesnya Berentet.-Arya/AI-Harian Disway-
Santo, pemilik lahan, kemudian membawa 21 karung itu dan menyerahkan ke Polsek Setu, Rabu malam, 4 Februari 2026. Polisi memintai keterangan Santo.
Menurut Santo, pembuang 21 karung itu adalah Kentus, 51, yang secara bertahap diangkut dengan dump truck ke lahan tersebut. ”Pak Kentus saya kenal. Ia pemilik armada dump truck. Ia main di pembuangan limbah. Ia yang membuang 21 karung itu ke tanah milik saya,” katanya.
Polisi memintai keterangan Kentus. Menurut Kentus, ia cuma pembuang limbah. Ia membuang 21 karung itu atas suruhan pria inisial F. Polisi masih mencari untuk memintai keterangan F.
F ternyata pekerja di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Polisi belum mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap F. Namun, berdasar pekerjaan F, berarti ia menyuruh Kentus memindahkan 21 karung itu dari TPST Bantargebang ke lahan milik Santo.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso, kepada wartawan, menjelaskan bahwa itu memang uang asli yang dimusnahkan BI karena sudah rusak atau sobek.
Ramdan: ”Pemusnahan uang tidak layak edar dilakukan BI berdasar UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.”
Menurutnya, dulu cacahan uang yang dimusnahkan BI dibuang di tempat pembuangan sampah resmi. Antara lain, TPST Bantargebang. Ramdan heran, cacahan itu berada di lahan bukan tempat pembuangan sampah. Itu akan ditelusuri pihak BI.
Ramdan: ”Sejak 2023, BI menerapkan konsep waste to energy untuk pemusnahan pecahan uang tak layak edar. Salah satunya dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif pembangkit listrik tenaga uap di Jawa Barat.”
Bagaimana cacahan uang bisa jadi bahan bakar? Apakah langsung dibakar? Sebenarnya cara itu sudah dilakukan di negara-negara Eropa sejak dua dekade lalu.
Dikutip dari BBC, 8 Maret 2012, berjudul Hungarian National Bank turns old banknotes to fuel, karya Nick Thorpe, diungkapkan proses mengubah uang tak layak edar menjadi bahan bakar.
Itu terjadi di Kota Veszto, Hungaria.
Digambarkan, seorang anak laki-laki mendorong briket-briket persegi dari bahan pecahan uang di dalam gerobak dorong, melintasi halaman dari gudang tempat penyimpanannya menuju tungku, lalu melemparkannya satu per satu ke dalam tungku.
Api membutuhkan sedikit waktu untuk menyala, tetapi begitu menyala, tungku akan meraung dengan puas.
Bocah itu memasukkan sekitar 20 buah paket briket, sebelum tungku penuh. Masing-masing berisi forint Hungaria senilai sekitar USD20.000 (setara GBP13.000).
”Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membakar USD400.000?” tanyaku. ”Sekitar satu jam!” jawabnya, lantas tertawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: