BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Waspadai Banjir Rob Awal Februari 2026

BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Waspadai Banjir Rob Awal Februari 2026

BMKG Imbau Warga Pesisir NTT Waspadai Banjir Rob Awal Februari 2026-Disway.id/Cahyono-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - BMKG meminta masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob awal Februari 2026.

Imbauan dikeluarkan karena adanya perubahan pasang surut air laut yang dipicu oleh pengaruh fase astronomi di kawasan tersebut. 

Fenomena banjir rob mendapat perhatian publik karena dinilai dapat menghambat aktivitas masyarakat di wilayah pesisir, khususnya warga yang tinggal di sekitar pelabuhan dan kawasan pantai. 

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderuson Tungga menjelaskan sejumlah faktor yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir rob di wilayah pesisir pantai tersebut.

"Potensi banjir rob ini terjadi akibat adanya fenomena fase perigee pada 30 Januari 2026 dan bulan purnama pada 2 Februari 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut meksimum," ujarnya. 

BACA JUGA:Walhi: Jakarta, Semarang, Surabaya Darurat Banjir Rob Lantaran Tak Ada Kebijakan Struktural

BACA JUGA:11-15 Juni Waspadai Banjir Rob di Pesisir Surabaya

Berdasarkan hasil pantauan BMKG, terdapat juga beberapa faktor yang memengaruhi kondisi dinamika pesisir di wilayah NTT, antara lain kecepatan angin, tinggi gelombang laut, serta potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memperparah risiko genangan. 

Informasi tersebut menegaskan bahwa fenomena banjir rob tidak semata-mata terjadi akibat faktor lokal, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika kondisi global dan regional.

Oleh karena itu, sinergi dan koordinasi yang kuat antara BMKG, pemerintah daerah, serta masyarakat sangat diperlukan untuk menekan dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan. 

Wilayah NTT yang diperkirakan terdampak banjir rob meliputi kawasan pesisir utara dan selatan Pulau Flores, Pulau Sumba, Sabu-Raijua, serta Pulau Timor hingga Rote. 

BACA JUGA:Waspada! Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi Badai Besar, Hujan Lebat & Gelombang Tinggi Ancam Pulau Jawa hingga NTT

BACA JUGA:Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Tumbuh Jadi Badai, BRIN Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di NTT

Sebelumnya, BMKG menyebut bahwa bibit siklon tropis 98S memiliki peluang berkembang menjadi siklon tropis dala 24 hingga 72 jam ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: news.detik.com