Screen Time ke Green Time, Gerakan Mendorong Siswa Lebih Peduli Lingkungan dan Sosial

Screen Time ke Green Time, Gerakan Mendorong Siswa Lebih Peduli Lingkungan dan Sosial

kelelahan digital, hidup seimbang, screen time, kesehatan digital, gaya hidup sehat.--pinterest

Seperti Kelas Luar Ruang, Bank Sampah Sekolah, hingga proyek konservasi sederhana. Bahkan program-program itu telah menjadi bagian dari kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar. Tetapi juga fasilitator. Merekalah yang menghubungkan materi pelajaran dengan persoalan nyata di sekitar siswa.

Komunitas lokal turut dilibatkan. Tujuannya agar menumbuhkan pemahaman siswa. Bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari tindakan kecil. Kolaborasi itu diharapkan membentuk karakter tanggung jawab serta kepedulian sejak usia dini.

BACA JUGA:Fenomena Sharenting, Jejak Digital Anak dan Batas Etis Orang Tua

BACA JUGA:Italian Brainrot dan Edukasi Digital untuk Anak

Dukungan Orang Tua Sangat Penting


Peran orang tua bagi anak untuk mengurangi penggunaan gawai di rumah. Menghindari screen time bagi anak.--iStockphoto

Peralihan menuju green time tidak dapat berjalan tanpa dukungan keluarga. Orang tua didorong untuk menciptakan kebiasaan baru.

Seperti mengurangi penggunaan gawai di rumah, mengajak anak beraktivitas di taman, atau terlibat dalam kegiatan sosial bersama.

Pendekatan itu tak semata membatasi teknologi. Tetapi menanamkan keseimbangan antara dunia digital dan pengalaman nyata.

Gerakan dari screen time ke green time mencerminkan upaya bersama dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik. Tetapi juga peka terhadap lingkungan dan masyarakat.

BACA JUGA: 8 Strategi Penggunaan Teknologi untuk Anak di Era Digital

BACA JUGA:Mindful Scrolling: 5 Strategi Ampuh Bermedia Sosial Tanpa Kecanduan dan Stres

Dengan keterlibatan aktif sekolah, keluarga, dan komunitas, siswa diharapkan tumbuh menjadi individu yang peka. Mampu menghadapi tantangan masa depan. Sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.(*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, UINSA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: