Kelas Politiku Pemuda Katolik Malang, Bangun Kader Politik yang Berkeadaban
2. Suasana Seminar Nasional bertema “Bergerak Dari Altar ke Pasar: Merawat Politik dan Demokrasi yang Berkeadaban” di SMAK St. Albertus (Dempo), Malang, Sabtu (7/2/2026). Seminar ini merupakan acara untuk membuka Kelas Politiku Pemuda Katolik Jatim Batch -Pemuda Katolik-
Kehadiran Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, semakin menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif kaderisasi politik berkeadaban itu.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa politik seharusnya menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan kepentingan.

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, Ketua PP Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketua PP Pemuda Katolik Komda Jatim Christophorus Suryo, Vikaris Jenderal Keuskupan Malang Rm. Ignasius Adam, Pr saat membuka Seminar Nasional bertema “Bergerak Dari Altar-Pemuda Katolik-
Setelah seminar, kegiatan dilanjutkan dengan Kelas Politiku yang diikuti oleh kader-kader Pemuda Katolik.
Dalam sesi itu, beberapa narasumber hadir untuk memberikan materi mendalam tentang politik, demokrasi, dan moralitas sosial. Ketua Bawaslu Jatim, Abdul Warits, menekankan pentingnya peran Bawaslu dalam menjaga integritas demokrasi.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan harus menjadi tanggung jawab tidak hanya lembaga, tetapi juga masyarakat sipil.
Dosen Universitas Negeri Malang, Yuventia, seorang mengajak peserta untuk memahami politik dari perspektif akademis, menekankan pentingnya riset dan analisis dalam melihat dinamika sosial.
BACA JUGA:Pasar Turi Baru Surabaya Gelar Seminar Hari Kanker Sedunia, Peserta Antusias Bertanya
Sementara itu, Benny Sabdo, Anggota Bawaslu DKI Jakarta, membagikan pengalamannya dalam pengawasan di Jakarta, menggambarkan kompleksitas politik lokal dan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi tantangan.
Kehadiran narasumber lintas disiplin itu memperkaya wawasan para kader, menghubungkan teori dengan praktik, serta menegaskan bahwa politik adalah ruang pelayanan publik.
Nurita Yuliati, Wakil Ketua Bidang Politik dan Kepemiluan Pemuda Katolik Jatim, menambahkan bahwa Kelas Politiku itu menjadi ruang belajar sekaligus refleksi bagi kader.
Tindak lanjut berupa pertemuan kecil juga direncanakan sebagai bagian dari action plan, menjamin kapasitas para kader tetap terjaga.
Dengan semua upaya itu, Kelas Politiku di Malang menjadi wadah pelatihan sekaligus momentum bagi kader Pemuda Katolik untuk memperkuat kapasitas politik berkeadaban di masa depan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: