Cerita Para ’Mahasiswa Remedial’ yang Akhirnya Lulus Sarjana Ultra di EJJ 2026

Cerita Para ’Mahasiswa Remedial’ yang Akhirnya Lulus Sarjana Ultra di EJJ 2026

Cerita Para ’Mahasiswa Remedial’ yang Akhirnya Lulus Sarjana Ultra di EJJ 2026-Mainsepeda-

HARIAN DISWAY - Kegagalan biasanya jadi alasan bagi setiap orang untuk bangkit. Itulah pedoman para ”mahasiswa remedial” di "Universitas" Mainsepeda pada East Java Journey (EJJ) 2026. 

Ya, sejumlah cyclist yang sebelumnya Did Not Finish (DNF) akhirnya kembali mencoba EJJ 2026 dan sukses menaklukkan rute ultra cycling.

Aditya Wibawa, misalnya. Ultra cyclist asal Tangerang Selatan itu sempat DNF di EJJ 2025 karena over Cut off Time (CoT) di Check Point (CP) Blitar. 

Ia kehabisan waktu saat melintasi queen stage JLS Pacitan–Trenggalek. Kegagalan itu membuatnya belajar banyak. Selain itu, keberhasilannya finis under CoT di Bentang Jawa 2025 menambah kepercayaan dirinya.

Namun perjalanan EJJ 2026 tidak mulus. Aditya sempat tergelincir di rel kereta Probolinggo, Km 130, hingga tubuhnya lecet dan memar.


Aditya lulus EJJ 2026 1.500 Km meski menemui sejumlah kendala teknis.-Mainsepeda-

BACA JUGA:Ketika Peserta EJJ 2026 Temukan Marka Mobil Terbang, Bukti Mainsepeda Selalu Punya Kejutan

BACA JUGA:Testimoni Peserta EJJ 2026: Pelayanan Memuaskan, Rute Teksas Wonocolo Paling Berkesan

Sepedanya juga rusak: bottom bracket dan hub roda belakang bermasalah. ”Untung mekaniknya sigap membantu. Tanpa bantuan itu, rasanya sulit membayangkan bisa terus gowes. Mungkin saya sudah memilih DNF lagi di kota yang sama seperti DNF EJJ lalu,” katanya.

Dengan kondisi sepeda yang tidak sempurna, Aditya tetap melanjutkan perjalanan. Ia akhirnya finis di Surabaya Town Square (Sutos) dengan catatan waktu 157 jam 32 menit 49 detik, kurang dari 2,5 jam sebelum CoT. 

Alhamdulillah, rasanya lega. EJJ 1.500 2025 masih menjadi satu-satunya event di mana saya DNF, dan saya bersyukur akhirnya bisa menuntaskannya,” imbuhnya.

Cerita berbeda datang dari Hadi Subroto. Cyclist asal Ponorogo itu DNF di EJJ 2025 karena cedera lutut akibat overuse. Namun, tantangan lebih berat datang ketika ia mengalami kecelakaan di Flores, terjatuh ke jurang hingga siku kanannya remuk. 

Ia harus menjalani operasi besar dengan cangkok tempurung tulang sapi. Setelah rehat dua bulan, Hadi kembali bersepeda.


Hadi Subroto mengalami sejumlah cedera berat sebelum mendapatkan Sarjana Ultra.-Mainsepeda- 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: