LNG Plant Pasuruan Resmi Dibuka, Kilang Mini Pertama di Pulau Jawa Bisa Beroperasi
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung (tengah, meresmikan LPG Plant di Pasuruan, Rabu, 11 Februari 2026.-Agustinus Fransisco-Harian Disway
HARIAN DISWAY - Distribusi gas bumi di Indonesia memasuki era baru. Peluncuran kilang mini Liquefied Natural gas (LNG) pertama di Pulau Jawa digelar, Rabu, 11 Februari 2026.
PT Liquid Nusantara Gas resmi membuka fasilitas itu di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur. Peresmian itu dilakukan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung.
Ia menekankan pentingnya pemanfaatan gas domestik untuk memenuhi kebutuhan industri dan pembangkit listrik yang selama ini terhambat oleh infrastruktur pipa.
Kehadiran kilang mini itu diharapkan dapat memperluas jangkauan distribusi gas domestik, menjangkau sektor-sektor yang sebelumnya tidak terlayani.
BACA JUGA:Pertamina Kelola Aset Migas di Aljazair dengan Kepemimpinan SDM Indonesia
BACA JUGA:Pertamina dan Kementerian ESDM Bersinergi Pulihkan Produksi Blok Rokan Pascagangguan Gas
"Hal ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri dan memanfaatkannya sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain," ujar Yuliot.
Kilang mini tersebut mengandalkan pasokan gas dari Wilayah Kerja (WK) Madura Strait yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).
Dengan teknologi modular, kilang ini memiliki target kapasitas yang ambisius. Saat ini, kapasitas produksi mencapai 20 ton LNG per hari, yang diproyeksikan akan meningkat menjadi 2.500 ton LNG per bulan setelah penambahan unit.
Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas, Wira Rahardja, menjelaskan bahwa penggunaan teknologi Nano LNG Liquefaction memungkinkan proses produksi yang efisien dan cepat.
"Teknologi ini kami pilih karena paling tepat untuk mini LNG. Ke depan akan ada lima cryobox, yang akan membantu meningkatkan kapasitas produksi," terang Wira.
BACA JUGA:ESDM Jatim Didesak Bentuk Tim Evaluasi Tambang Galian C di Kabupaten Magetan
BACA JUGA:Festival Energi Mineral 2025: Upaya ESDM Gaet Generasi Muda dan Perkuat Transisi Energi
Salah satu hal yang menjadi sorotan pemerintah adalah tinggi nya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada proyek ini, yang mencapai sekitar 86 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: