Arteta Tanggapi Pemecatan Thomas Frank dan Ketatnya Premier League

Arteta Tanggapi Pemecatan Thomas Frank dan Ketatnya Premier League

Arteta menyampaikan simpati atas pemecatan Thomas Frank sekaligus menegaskan kerasnya persaingan Premier League jelang derby London utara.-Shaun Brooks-Getty Images

Bahkan setelah kalah dalam tiga pertandingan awal musim 2021/2022, posisinya sempat dipertanyakan. Dalam 61 laga awal Premier League, rata-rata poin yang ia kumpulkan adalah 1,54 per pertandingan—angka yang tidak terlalu tinggi untuk standar klub besar.

Sebagai perbandingan, Enzo Maresca mencatat rata-rata 1,74 poin per laga bersama Chelsea sebelum berpisah, Ruben Amorim 1,23 poin per laga di Manchester United, dan Thomas Frank 1,12 poin per laga di Tottenham. 

Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap pelatih sangat bergantung pada hasil jangka pendek.

Dampak Pemecatan Thomas Frank Jelang Derby London Utara


Selebrasi Viktor Gyokeres usai gandakan keunggulan Arsenal atas Sunderland dalam laga Premier League 2025/2026 matchday ke-25, Minggu 8 Februari 2026--IMAGO

Situasi di Tottenham tentu akan berdampak pada persiapan derby London utara melawan Arsenal. Sebelum memikirkan masa depannya sendiri, Arteta kini harus bersiap menghadapi Spurs yang kemungkinan sudah menunjuk pelatih sementara saat kedua tim bertemu.

Meski daftar kandidat pengganti Frank masih bersifat spekulatif, Arteta menegaskan bahwa fokus timnya tetap pada diri sendiri. 

Ia meminta para pemain untuk memastikan gaya bermain dan target yang ingin dicapai tetap dijalankan dengan konsisten, terlepas dari perubahan taktik atau pendekatan yang mungkin diterapkan lawan.

Menurutnya, dalam pertandingan besar seperti derby, bukan hanya susunan pemain atau strategi yang menentukan hasil, tetapi juga momentum dan konteks permainan. 

BACA JUGA:Marc Guehi Tak Bisa Main Lawan Arsenal di Final Carabao Cup, Ini Sebabnya

BACA JUGA:Arsenal ke Final Carabao Cup, Arteta: Kami Sudah Menunggu Bertahun-tahun

Karena itu, Arsenal harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap situasi di lapangan. Bagi Arteta, kunci utama adalah konsistensi dan kesiapan mental. 

Di tengah dinamika pergantian pelatih dan tekanan kompetisi, Arsenal dituntut untuk tetap stabil dan fokus pada tujuan mereka. 

Derby London utara berikutnya pun bukan sekadar laga bergengsi, tetapi juga ujian penting dalam perjalanan mereka mengejar gelar musim ini. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: sport illustrated