Arteta Tanggapi Pemecatan Thomas Frank dan Ketatnya Premier League
Arteta menyampaikan simpati atas pemecatan Thomas Frank sekaligus menegaskan kerasnya persaingan Premier League jelang derby London utara.-Shaun Brooks-Getty Images
HARIAN DISWAY - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta menyampaikan simpati kepada Thomas Frank setelah Tottenham Hotspur memutuskan untuk mengakhiri masa kerjanya. Meski Arsenal dan Spurs adalah rival sekota, Arteta tetap menunjukkan rasa hormat kepada sesama pelatih.
“Selalu jadi kabar yang menyedihkan ketika ada rekan pelatih yang tidak lagi melanjutkan pekerjaannya. Thomas (Frank) adalah pelatih yang sangat bagus, dia juga pribadi yang luar biasa dan sudah membuktikannya di liga ini,” ujar Arteta.
Thomas Frank diberhentikan setelah Tottenham terpuruk di posisi ke-16 klasemen akibat hasil buruk di kompetisi domestik.
Situasi itu kembali menegaskan betapa kerasnya persaingan di Premier League, di mana posisi pelatih bisa berubah dalam waktu singkat ketika hasil tidak sesuai harapan.
Bagi Arteta, pemecatan Frank bukan hanya soal rivalitas, tetapi juga gambaran nyata tentang tekanan besar yang dihadapi semua manajer di liga tersebut.
BACA JUGA:Tottenham Pecat Thomas Frank Usai Rentetan Hasil Buruk Premier League
BACA JUGA:Mikel Merino Jalani Operasi, Arsenal Berharap Pemulihan Bisa Tepat Waktu
Tekanan dan Ketidakpastian di Premier League

Mikel Arteta menanggapi santai kritik soal gaya bermain Arsenal dan menegaskan timnya kini fokus menuntaskan misi lolos ke final Carabao Cup melawan Chelsea.--AFP
Arteta juga mengaitkan situasi Frank dengan realitas yang ia rasakan sendiri sebagai pelatih. Meski Arsenal saat ini sedang bersaing memperebutkan gelar di beberapa kompetisi dan mendapat banyak pujian, ia menegaskan bahwa tidak ada posisi yang benar-benar aman.
“Liga ini sangat kompetitif. Kami semua rentan karena siapa pun bisa mengalahkan Anda pada hari tertentu. Itu yang membuatnya sangat sulit untuk dikelola,” kata Arteta.
Ia menambahkan bahwa konsistensi adalah kunci untuk bertahan dalam pekerjaan ini. “Pada akhirnya, persentase kemenangan Anda harus sangat tinggi kalau ingin terus berada di posisi ini,” tegasnya.
Pengalaman Arteta di awal kariernya bersama Arsenal menjadi contoh. Setelah meraih gelar Piala FA di musim pertamanya, Arsenal justru dua kali finis di posisi kedelapan liga.
BACA JUGA:Rating Pemain Arsenal yang Cukur Sunderland 3-0, Viktor Gyokeres Gacor!
BACA JUGA:Arsenal vs Sunderland 3-0, Brace Gyokeres Buat The Gunners Makin Nyaman di Pucuk
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sport illustrated