Tradisi Cisuak Larung Jelang Imlek Digelar di Surabaya, Arus Larut Lebur Energi Negatif

Tradisi Cisuak Larung Jelang Imlek Digelar di Surabaya, Arus Larut Lebur Energi Negatif

Prosesi cisuak larung yang dipimpin Xs. Liem Tiong Yang di Pantai Kenjeran, Surabaya, 12 Februari 2026.-Guruh D.N.-HARIAN DISWAY

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Cuaca cerah. Pasir Pantai Kenjeran dengan tumpukan cangkang-cangkang kerang.

Bunyi gemeretak saat seseorang berjalan di atasnya. Debur ombak laut. Nelayan-nelayan menunggu pengunjung datang. 

Siang itu, 12 Februari 2026, seorang nelayan menanti pelanggan tetap. "Pak Liem," sapanya ketika melihat pelanggannya itu datang. Senyumnya semringah.

Sosok itu adalah Xs. Liem Tiong Yang, rohaniwan Konghucu dari Kelenteng Boen Bio, Surabaya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, lima hari jelang Imlek, Xs. Liem dan rombongan menggelar cisuak larung. "Saya hanya membawa perwakilan dari kelenteng dan beberapa peserta saja," ujarnya.

BACA JUGA:Cisuak Jelang Imlek di Kelenteng Boen Bio, Panjatkan Harapan Sepanjang Tahun

BACA JUGA:Umat Konghucu Gelar Cisuak Larung di Pantai Kenjeran, Ritual Tahunan Jelang Imlek

Anda sudah tahu, cisuak merupakan tradisi tolak bala dalam budaya Tionghoa. Terutama diikuti oleh mereka yang bershio ciong, atau kurang selaras dengan tahun Kuda Api 2577 Kongzili (2026 Masehi). Tahun ini, shio ciong ada 4: tikus, kelinci, ayam, dan kuda. 


Xs. Liem Tiong Yang bersama Nilan Kusumawati bersembahyang menghadap laut lepas dalam upacara cisuak larung, 12 Februari 2026.-Guruh D.N.-Harian Disway

Sebelumnya, para peserta cisuak telah mengikuti prosesi tahap awal di Boen Bio. Mereka menyiapkan potongan kuku kaki, tangan, sehelai rambut, dan benang. Benda-benda itu dimasukkan ke dalam kertas thi kong kim berbentuk kura-kura. 

"Potongan-potongan itu merupakan simbol energi negatif dalam tubuh. Semua kertas kura-kura akan dilarung. Tepat di bagian tengah Selat Madura," ujar Xs. Liem.

"Jadi, energi negatif itu akan larut dalam pusaran air. Laut merupakan sarana untuk melebur segala yang buruk," tambahnya.

BACA JUGA:Jelang Imlek, Kelenteng Boen Bio Gelar Cisuak sebagai Tolak Bala

BACA JUGA:Cisuak dan Tahun Naga Kayu (1): Yang Tidak Ciong Boleh Ikut

Ada pula kertas thi kong kim berbentuk bunga teratai. Disusun meninggi. Di dalamnya berisi doa dan harapan yang ditulis para peserta cisuak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway