Meneropong Penjualan Mobil Segmen LCGC dan LCEV Tahun Ini: Tunggu Insentif Mobil Kelas Ekonomis

Meneropong Penjualan Mobil Segmen LCGC dan LCEV Tahun Ini: Tunggu Insentif Mobil Kelas Ekonomis

GWM TANK 300, kendaraan produksi Great Wall Motor, dipamerkan pada ajang GIIAS d Surabaya, Agustus 2025.-Boy Slamet-

Geliat penjualan mobil tahun ini belum bisa diprediksi. Itu jika tak ada kejelasan dari pemerintah mengenai skema insentif bagi segmen low cost green car (LCGC) dan low carbon emission vehicle (LCEV).  Dua segmen yang bakal menarik orang menentukan mobil pertamanya. 

RUANG pamer otomotif di awal tahun 2026 dibuka dengan pergelaran akbar. Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di JIEXPO Kemayoran yang digelar sejak pekan lalu hingga 15 Februari 2026. 

Deretan mobil dari 35 pabrikan Eropa, Tiongkok, dan Jepang unjuk gigi di pameran tersebut. Semuanya bersolek dengan keunggulan inovasi teknologi masing-masing. 

Tren semarak berita otomotif memang langganan muncul di setiap awal tahun. Tak hanya di ruang pameran, di dunia maya pun sama ramainya.  Semangat orang begitu tinggi membaca produk produk otomotif. 

BACA JUGA:IIMS 2026 Mulai Dibuka, Ratusan Mobil dan Motor Baru Dipamerkan, Ini Harga Tiketnya

BACA JUGA:UFL Mobile Soft Launching di Android, Game Sepak Bola Skill-Based Hadir di Indonesia

Tapi niat baca, kadang tak sejalan dengan keinginan untuk membeli. 

Kondisi itulah yang dibaca Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Dunia produk baru otomotif begitu menggeliat, tapi pembelinya masih tertidur. 

Maka, target Gaikindo pun tak muluk-muluk tahun ini. Penjualan mobil ditarget hanya 850.000 unit. Dari realisasi penjualan wholesale mobil sepanjang 2025 yang mencapai 803.687.

Target ”minim” penjualan mobil tahun ini itu bukan tanpa alasan. Sebab, tahun lalu, Gaikindo sempat merevisi targetnya sendiri. Di awal 2025, mereka sempat menargetkan penjualan mobil di angka 900.000 unit. Namun, ternyata target itu meleset. Sehingga, gabungan pengusaha otomotif itu mengoreksi targetnya sendiri di akhir 2025 menjadi 780.000 unit. 

Realisasi di 2025 juga menunjukkan capaian pahit. Bahwa penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Di 2024, angka penjualan mobil menembus 865.723 unit. 


PENGUNJUG GIIAS mencoba tempat duduk dan paneldasbor mobil Aion UT.-Boy Slamet-

Kalau ditarik mundur, di tahun-tahun sebelum dan saat Covid-19, angka penjualan mobil di Indonesia saat ini akan tampak kian timpang. Pada 2018, penjualan mobil tembus di angka 1,1 juta unit. Bahkan di masa Covid-19, 2022-2023, penjualan mobil di tanah air masih tembus di angka 1 juta. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gaikindo Kukuh Kumara mengatakan, target tak muluk-muluk itu merupakan sikap realistis. Dengan melihat perkembangan penjualan mobil beberapa tahun belakangan. ”Faktornya yang memengaruhinya jelas. Daya beli masyarakat sedang turun,” katanya kepada Harian Disway, Rabu, 11 Februari 2026. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: