Marc Marquez Pilih Kontrak 1+1 dengan Ducati, Siapkan Reuni ke Honda?
Marc Marquez, saat menghadiri perkenalan tim untuk MotoGP 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7 Februari 2026--Twitter MotoGP @MotoGP
HARIAN DISWAY - Marc Marquez kembali menjadi pusat gravitasi MotoGP, bukan hanya karena dominasinya di lintasan, tetapi juga manuver cerdasnya di balik meja negosiasi.
Di tengah spekulasi kontrak 1+1 dengan Ducati dan bayang-bayang kemungkinan reuni emosional dengan Honda, sang juara dunia tampaknya sedang menyusun langkah terakhir yang bisa mengubah arah sejarah karirnya.
Di atas kertas, dari seluruh pencapaian musim 2025, Marc Marquez bukan sekadar menang, tapi ia telah menghancurkan para pesaingnya. Perpanjangan kontraknya dengan Ducati pun seharusnya hanya menjadi formalitas. Namun, mengapa proses negosiasi baru saja dilaporkan lebih rumit dari yang dibayangkan?
Menurut jurnalis MotoGP Simon Patterson, seperti dikutip dari The Race , beredar rumor bahwa Marc Marquez tidak menginginkan kontrak tetap berdurasi dua tahun. Ia disebut lebih memilih format satu tahun + satu tahun, satu musim yang dijamin, dengan opsi untuk 2028.
"Saya tidak tahu dari mana asalnya, tapi rumor itu terus beredar. Rupanya tertundanya ini disebabkan oleh desakan Marc untuk kontrak satu tahun plus satu tahun, bukan dua tahun langsung," ujar Patterson.
Jika benar, format 1+1 akan memberi Marc Marquez harapan strategi di akhir 2027, periode yang diprediksi penuh ancaman, ketika hirarki kekuatan di lintasan bisa berubah total.
BACA JUGA:Dilema Ducati di MotoGP: Amankan David Alonso atau Kehilangan Aset Masa Depan
BACA JUGA:Bukan Sekadar Downforce: Strategi Halus Ducati Menentukan Arah GP26
Lalu muncul pertanyaan besar: apakah Marc Marquez diam-diam merencanakan kembali ke Honda HRC untuk menutup karirnya di era baru? Apakah format 1+1 menjadi kunci untuk membuka peluang tersebut?
“Motor ini sedikit mengalihkan perhatiannya, dan dia tidak ingin mengikat dua tahun dengan motor merah ketika ada motor lain yang mendorongnya untuk mewujudkan mimpinya kembali,” ujar Patterson.
Honda sendiri dikenal memiliki sumber daya besar untuk menyiapkan motor regulasi baru 2027. Jika proyek itu berhasil, Marc Marquez berpotensi mempertimbangkan reuni simbolis dengan pabrikan Jepang tersebut pada 2028.

Dari Kiri: Pecco Bagnaia dan Marc Marquez, saat keduanya berswafoto bersama penggemar di peluncuran MotoGP 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7 Februari 2026--Twitter MotoGP @MotoGP
“Saya yakin dia (Marc) bisa saja menandatangani kontrak satu tahun dengan Ducati, memenangkan kejuaraan 2027, lalu kembali ke Honda dan merebut gelar lagi pada 2028. Setelah itu, dia akan berhenti,” ujar Patterson.
"Dia tidak akan menjadi Valentino Rossi yang bertahan lebih lama dari yang seharusnya. Marc akan pensiun di puncak kejayaannya," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: