Anggaran Terbatas, DPRD Dorong Pemkot Pasuruan Kembangkan Wisata Religi dan Heritage

Anggaran Terbatas, DPRD Dorong Pemkot Pasuruan Kembangkan Wisata Religi dan Heritage

Forum perangkat daerah Disparpora Kota Pasuruan ungkap sejumlah PR sektor pariwisata dan olahraga -Lailiyah Rahmawati -

PASURUAN, HARIAN DISWAY – Pemerintah Kota Pasuruan menghadapi tantangan besar dalam menyelesaikan sejumlah pekerjaan rumah di sektor pariwisata dan olahraga. 

Di tengah berbagai program yang dirancang untuk mendongkrak kunjungan wisatawan dan meningkatkan prestasi olahraga, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama yang harus dihadapi.

Ketua DPRD Kota Pasuruan M. Toyib mengungkapkan bahwa dengan sisa anggaran sekitar Rp300 miliar per tahun, seluruh perangkat daerah dituntut bekerja lebih keras agar kebutuhan selama satu tahun dapat terpenuhi.

BACA JUGA:LNG Plant Pasuruan Resmi Dibuka, Kilang Mini Pertama di Pulau Jawa Bisa Beroperasi

BACA JUGA:Perayaan Hari Jadi Kota Pasuruan ke-340, Kenalkan Baju Khas Daerah dan Citra Baru Kota Religius Modern

Toyib menilai, konsep pengembangan pariwisata Kota Pasuruan hingga kini masih tertinggal dibandingkan daerah sekitar. 

Ia menyebut, jika hanya mengandalkan wisata religi, maka tidak semua segmen wisatawan dapat dirangkul. Karena itu, potensi wisata heritage perlu mendapat perhatian yang sama.

“Pariwisata di sini masih kalah jauh dengan kota lain karena belum ada susunan rencana mau ke mana arah pariwisata di sini,” jelasnya dalam Forum Perangkat Daerah Kota Pasuruan, Jumat, 13 Februari 2026.

Toyib yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan menilai keterkaitan antara pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah sangat erat. 

BACA JUGA:Baju Khas Kota Pasuruan 'Suro Wiro Aji Busono' Bakal Dikenalkan ke Publik pada Kirab Hari Jadi Ke-340

BACA JUGA:Aliansi Poros Tengah Desak Transparansi Lahan PSN Sekolah Rakyat di DPRD Kota Pasuruan

Ia menyoroti kondisi industri mebel dan logam di Kota Pasuruan yang dinilai semakin lesu.

Menurutnya, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor tersebut, bahkan sejumlah toko terpaksa tutup atau beralih menjual komoditas lain. 

Kondisi ini, kata Toyib, harus menjadi perhatian serius Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Pasuruan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: