CEO Instagram Disidang, Bantah Aplikasinya Bikin Kecanduan: Tak Ada Bukti Klinis Kecanduan Medsos

CEO Instagram Disidang, Bantah Aplikasinya Bikin Kecanduan: Tak Ada Bukti Klinis Kecanduan Medsos

TIGA KELUARGA KORBAN duduk di tangga pengadilan Los Angeles, 11 Februari 2026. Mereka menyakini media sosial merusak kehidupan keluarga mereka. -Ethan Swopeccusing/Getty Images-AFP-

Ini sidang yang dipandang penting. Rabu, 12 Februari 2026, waktu setempat, CEO Instagram Adam Mosseri disidang di California, Amerika Serikat. Ia dituding bertanggung jawab karena aplikasi miliknya bisa membuat orang kecanduan media sosial (medsos). Hasil sidang itu ditengarai bakal menjadi payung hukum relasi antara industri medsos dan dampaknya bagi anak-anak.

TENTU, Adam Mosseri membantah klaim itu. Di depan juri, Mosseri menegaskan bahwa tidak ada bukti klinis bahwa medsos bikin kecanduan.

Ya, tuduhan yang dialamatkan kepada Mosseri memang cukup serius. Yakni, Instagram sengaja menarget anak-anak pada platform tersebut. Tujuannya adalah keuntungan bisnis.

Perkara perdata itu memang melibatkan Meta, induk Instagram dan Facebook. Selain itu, YouTube, milik Google, juga ikut jadi tergugat.

BACA JUGA:Instagram Siapkan Fitur Instants Mirip Snapchat, Foto Hilang Setelah Dilihat

BACA JUGA:Data Pribadi 17,5 Juta Pengguna Instagram Bocor di Dark Web, Risiko Penipuan Mengintai

Gugatan tersebut dapat menjadi preseden hukum: apakah raksasa teknologi dengan sengaja merancang platform agar bersifat adiktif bagi anak-anak.

Di ruang sidang, Mosseri berupaya membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan atau pengguna bermasalah. ’’Itu harus dibedakan,’’ ucap Mosseri saat dicecar Mark Lanier, pengacara penggugat.

Beberapa tahun silam, Mosseri sempat bikin pernyataan kontroversial. Ia mengaku ’’kecanduan’’ menonton serial-serial Netflix hingga larut malam. ’’Tapi, saya rasa, itu tidak bisa disamakan dengan adiksi klinis,’’ kata Mosseri.

Lanier menyergah. Sang pengacara mempertanyakan kalimat Mosseri. Sebab, Mosseri memang tidak punya latar belakang psikologi atau kedokteran.


CEO INSTAGRAM Adam Mosseri (tengah) keluarga dari gedung pengadilan Los Angeles, 11 Februari 2026.-APU GOMES-AFP-

’’Ya, saya tidak pernah mengklaim bahwa saya bisa mendiagnosis kecanduan secara klinis. Rasanya, saya memang menggunakan kata ’kecanduan’ itu secara serampangan,’’ timpal Mosseri.

Jawaban Mosseri itu membuat penggugat geram. Mereka sudah lama menahan emosi. Para penggugat itu adalah keluarga yang merasa perusahaan medsos raksasa itu memperburuk kondisi mental anak-anak. Platform itu lalai melindungi penggunanya sehingga banyak remaja yang akhirnya bunuh diri. Begitu pentingnya sidang tersebut, para penggugat itu rela berhujan-hujan agar bisa mendapatkan kursi di dalam ruang sidang.

Salah satu kasus yang disorot adalah pengalaman perempuan berusia 20 tahun. Namanya disamarkan sebagai Kaley G.M. Penggugat yakin, Kaley mengalami kerusakan mental berat karena kecanduan medsos sejak sangat muda.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: