5 Kue yang Wajib Ada Saat Imlek dan Maknanya di Tahun Kuda Api

5 Kue yang Wajib Ada Saat Imlek dan Maknanya di Tahun Kuda Api

Aneka kue khas Imlek 2026 seperti Kue Ku (Ang Ku Kueh), kue keranjang, dan onde wijen tersaji cantik di meja perayaan, melambangkan keberuntungan dan kemakmuran di Tahun Baru Imlek.--Harian disway

Lapis legit kerap dihidangkan karena tampilannya berlapis-lapis dan menggoda selera. Lapisan tersebut dimaknai sebegai rezeki berlapis. Juga keberuntungan yang terus bertambah.

Rasanya yang manis dan legit melambangkan kehidupan yang manis di tahun baru. Kue itu juga kerap menjadi suguhan utama bagi tamu. Terutama saat open house Imlek.

3. Kue Mangkok Merah


Kue mangkok merah yang mekar sempurna jadi simbol rezeki berkembang dan keberuntungan di Imlek 2026.--Pinterest

Kue mangkok berwarna merah identik dengan simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Dalam tradisi Tionghoa, warna merah dipercaya membawa energi positif. Serta menangkal hal buruk.

Bentuknya yang mekar di bagian atas melambangkan rezeki yang berkembang dan kehidupan yang terus bertumbuh. Semakin mekar kuenya, semakin besar harapan dan doa yang dipanjatkan keluarga.

4. Onde-Onde Wijen


Onde-onde wijen berbentuk bulat jadi simbol kemakmuran dan keutuhan keluarga saat Imlek 2026 Tahun Kuda Api.--Pinterest

BACA JUGA:Tradisi Cisuak Larung Jelang Imlek Digelar di Surabaya, Arus Larut Lebur Energi Negatif

BACA JUGA:Prediksi Fengshui 13 Februari 2026, Shio Naga dan Macan Berpotensi Banjir Rezeki Jelang Imlek

Onde-onde dengan balutan wijen melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan. Bentuknya yang bulat menjadi simbol keutuhan serta kebersamaan keluarga.

Isian kacang hijau yang manis mencerminkan harapan akan kehidupan harmonis dan penuh kebaikan. Kue itu juga mudah dibagikan kepada tamu. Sebagai simbol berbagai rezeki.

5. Kue Ku (Ang Ku Kueh)


Ang ku kueh berbentuk kura-kura melambangkan panjang umur dan keberuntungan di perayaan Imlek 2026 Tahun Kuda Api.--Pinterest

Ang ku kueh dikenal dengan bentuk cangkang kura-kura yang khas. Dalam filosofi Tionghoa, kura-kura melambangkan panjang umur, ketahanan hidup, dan perlindungan.

Warna merahnya menegaskan simbol keberuntungan dan kebahagiaan. Kue itu sering disajikan sebagai doa. Supaya keluarga diberi kesehatan serta umur panjang di tahun yang baru.

BACA JUGA:Bubur Laba, Menu Tradisional Tiongkok yang Mengawali Rangkaian Imlek

BACA JUGA:Festival Kuliner Pecinan Jakarta Ramaikan Imlek, Sajikan Menu Lokal hingga Internasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: