Regulasi Baru Formula 1 2026 Picu Kekhawatiran Keselamatan Usai Tes Bahrain

Regulasi Baru Formula 1 2026 Picu Kekhawatiran Keselamatan Usai Tes Bahrain

Andrea Stella, kepala Tim McLaren F1, yang ikut memantau timnya dalam pengujian Bahrain, pada 11-13 Februari 2026--Twitter F1 Naija @f1_naija

Skenario serupa pernah terjadi pada awal Grand Prix San Marino 1994 ketika JJ Lehto mengalami kerusakan mesin pada mobil Benetton miliknya di grid. Ia kemudian ditabrak oleh Pedro Lamy yang tidak melihat kejadian tersebut dari dalam kokpit mobil Lotus nya.

Insiden itu menyebabkan puing-puing mobil beterbangan hingga ke tribun penonton dan mengakibatkan beberapa cedera ringan.

Meski risiko roda terlepas telah diminimalkan melalui penggunaan tali pengikat roda, potensi komponen lain seperti sayap atau bagian lain dari mobil yang terlempar melewati pagar pengaman dan memasuki area penonton, tetap tidak bisa diabaikan.

BACA JUGA:Tes F1 Bahrain 2026: Max Verstappen Gunakan Gigi Pertama, Red Bull Uji Strategi Mesin Baru

BACA JUGA:Mercedes Alami Masalah Teknis di Tes F1 Bahrain, W17 Rusak dan Pengujian Dihentikan

Selain itu, terdapat pula kekhawatiran mengenai kemungkinan mobil terangkat ke udara dalam skenario tabrakan berkecepatan tinggi, yang dapat menimbulkan konsekuensi lebih serius.

Dengan berbagai potensi risiko yang teridentifikasi, pembahasan lanjutan terkait aspek keselamatan diperkirakan akan digelar pada pengujian Bahrain kedua pekan depan.

Agenda tersebut mencakup pertemuan dengan Komisi Keselamatan F1 dan FIA untuk memastikan regulasi baru benar-benar siap diterapkan saat musim dimulai.(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: