Regulasi Baru Formula 1 2026 Picu Kekhawatiran Keselamatan Usai Tes Bahrain

Regulasi Baru Formula 1 2026 Picu Kekhawatiran Keselamatan Usai Tes Bahrain

Andrea Stella, kepala Tim McLaren F1, yang ikut memantau timnya dalam pengujian Bahrain, pada 11-13 Februari 2026--Twitter F1 Naija @f1_naija

HARIAN DISWAY - Regulasi baru Formula 1 2026 belum resmi digunakan di balapan, namun alarm keselamatan sudah mulai berbunyi sejak sesi uji coba di Bahrain. Dari potensi mobil yang bertabrakan saat start hingga risiko tabrakan berkecepatan tinggi akibat perubahan karakter unit daya tanpa MGU-H, sejumlah kekhawatiran muncul jelang pembuka musim di Australia.

Kepala tim McLaren , Andrea Stella, mendesak adanya diskusi serius bersama FIA dan seluruh tim demi mencegah celah regulasi berubah menjadi ancaman nyata di lintasan.

Berbagai masalah keselamatan yang terungkap pada pekan pengujian Bahrain, tampaknya menjadi bagian dari proses evaluasi regulasi baru Formula 1 2026. Tujuannya jelas: menemukan dan memperbaiki potensi celah regulasi baru sebelum balapan resmi dimulai pada Grand Prix Australia.

Sepanjang pekan ini, terdapat tiga area utama yang menjadi sorotan terkait keselamatan balapan. Kepala tim McLaren , Andrea Stella, menegaskan bahwa ia ingin seluruh 11 tim bersama sejumlah komisi di FIA terlibat dalam diskusi yang “bertanggung jawab” demi mencari solusi terbaik.

Salah satu perhatian utama Stella adalah situasi mulai balapan. Pada mobil generasi 2026, setiap mobil akan mengalami peningkatan daya dorong yang signifikan saat meluncur dari garis start, sebelum sistem daya mengatur kebutuhan energi berikutnya.

Kondisi ini juga berpotensi menciptakan kecepatan penutupan antarmobil yang sangat tinggi, baik bagi mobil yang memanfaatkan energi secara optimal maupun yang tidak.

Kekhawatiran terbesar muncul pada fase start. Unit daya generasi baru 2026 tidak lagi menggunakan MGU-H, komponen penting yang sebelumnya membantu memaksimalkan kinerja turbo saat start.

BACA JUGA:Pirelli Ciptakan 'Hujan Buatan' di Bahrain Demi Ban Basah F1 2026

BACA JUGA:Mercedes Bangkit di Tes F1 Bahrain 2026, George Russell Tembus 1:33 Usai Drama Mesin W17

Sebaliknya, pembalap kini harus secara manual menaikkan putaran turbo selama kurang lebih 10 detik untuk mengurangi turbo lag.

Namun, proses ini memerlukan keseimbangan yang sangat presisi, karena putaran mesin yang berlebihan dapat menghabiskan terlalu banyak energi ke dalam sistem.

Situasi tersebut membuka kemungkinan sebuah mobil, khususnya di barisan depan grid, mengalami mogok saat lampu start padam akibat kesalahan prosedur.

Dalam kondisi jarak pandang terbatas, mobil-mobil di belakang yang melaju kencang berisiko tidak menyadari adanya mobil yang berhenti, sehingga potensi tabrakan dari belakang menjadi ancaman nyata.


Momen kerapatan jarak mobil selepas start di tikungan pertama. --Twitter This Is Formula 1 @ThisIsFormula1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: