Pirelli Ciptakan 'Hujan Buatan' di Bahrain Demi Ban Basah F1 2026

Pirelli Ciptakan 'Hujan Buatan' di Bahrain Demi Ban Basah F1 2026

Pirelli, persiapan pengujian ban basah 2026 sesuai regulasi Formula 1 2026--Twitter F1 Naija @f1_naija

HARIAN DISWAY - Di tengah revolusi regulasi Formula 1 2026, Pirelli menyiapkan langkah tak biasa di gurun Bahrain. Demi menyempurnakan ban hujan generasi baru, pemasok tunggal ban F1 itu merencanakan “menciptakan hujan” buatan di Sirkuit Sakhir.

Mereka memanfaatkan sistem penyiram khusus untuk menciptakan kondisi lintasan basah dengan degradasi tinggi, sebuah eksperimen teknis yang bisa menentukan kesiapan era balap baru paling bergengsi di dunia.

Produsen ban tunggal Formula 1, Pirelli, tengah menyiapkan rencana ambisi untuk menggelar uji coba ban basah spesifikasi 2026, pada pengujian kedua di Bahrain, yang akan digelar berlangsung akhir bulan ini.

Langkah tersebut menjadi kebutuhan mendesak guna menyesuaikan fitur teknis regulasi F1 2026, yang akan menghadirkan ukuran ban lebih kecil, tingkat downforce berbeda, serta penggunaan aero aktif.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengembangan ban hujan, pemasok resmi F1 itu tengah mengeluarkan opsi untuk melakukan pengujian lintasan basah di lokasi yang sesuai.

Meski sirkuit seperti Fiorano, Paul Ricard, atau Magny-Cours memiliki fasilitas untuk membasahi trek, tidak satu pun dari sirkuit itu bisa menawarkan karakteristik degradasi ban tinggi yang ideal bagi kebutuhan pengujian Pirelli.

Solusi yang dipilih adalah tetap menggunakan Sirkuit Sakhir di Bahrain. Namun, Pirelli mengajukan permintaan yang tidak biasa kepada penyelenggara setempat, yakni kemungkinan tumpahnya lintasan secara buatan dengan memasang alat penyiram di sejumlah titik sirkuit.

BACA JUGA:Mercedes Bangkit di Tes F1 Bahrain 2026, George Russell Tembus 1:33 Usai Drama Mesin W17

BACA JUGA:Tes F1 Bahrain 2026: Max Verstappen Gunakan Gigi Pertama, Red Bull Uji Strategi Mesin Baru

“Mereka memiliki ide fantastis dengan alat penyiram dan beberapa perangkat lainnya. Harus saya akui, masyarakat Bahrain selalu sangat kooperatif ketika kami mengajukan permintaan yang tidak biasa,” ujar Direktur Motorsport Pirelli, Mario Isola.

"Saya sempat bertanya, apakah Anda yakin? Mari kita berpikir bersama. Kami membutuhkan konsistensi ketinggian udara di lintasan, karena risiko terbesar adalah ketidakkonsistenan permukaan basah yang bisa lebih berdampak dibandingkan perbedaan antarprototipe. Namun mereka tetap yakin, dan akan mempertimbangkan untuk mempersiapkan peralatan dan seluruh kebutuhannya," tambahnya.

Pengelola Sirkuit Sakhir pun optimistis sistem penyiraman tersebut mampu menjaga kondisi lintasan tetap basah secara konsisten, selama agenda pengujian berlangsung.


George Russell dan Mercedes W17 nya, bersiap memasuki lintasan sirkuit Sakhir, di pengujian Bahrain hari ketiga pada 13 Februari 2026--Twitter Mercedes ////AMG News @MercedesAMGTR

Dalam pengujiannya, Pirelli akan menggunakan prototipe mobil McLaren dan Mercedes spesifikasi 2026 pada 28 Februari hingga 1 Maret, tepat sepekan sebelum pembukaan musim di Australia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: